Namun begitu, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tak lagi sesederhana mengejar kuota. Soal kualitas layanan kesehatan kini jadi pekerjaan rumah yang tak kalah pelik. Antrean panjang di rumah sakit kota dan minimnya fasilitas serta tenaga medis di pelosok desa masih jadi masalah yang nyata.
"Universal Health Coverage tidak akan berarti tanpa kualitas layanan yang baik," tegasnya.
"Pengalaman masyarakat saat mengakses layanan kesehatan harus sama-sama bermutu, di kota maupun di desa."
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah dikabarkan sedang menyiapkan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN. Program ini khususnya ditujukan bagi masyarakat kurang mampu, agar perlindungan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas benar-benar bisa dirasakan semua kalangan.
"Kami ingin seluruh masyarakat terlindungi," pungkas Cak Imin.
"Penghargaan ini harus menjadi pemacu bagi daerah yang belum mencapai UHC untuk segera menyusul."
Artikel Terkait
Kisah Sithuk dan Yatidjo: Andong Bertahan di Tengah Deru Malioboro
Besok, Purbaya Gelar Operasi Tangkap Bola di Lima Pelabuhan Utama
Menlu Bantah Membership Fee, Sebut Kontribusi untuk Gaza sebagai Investasi Perdamaian
MNC Lido City Gelar Aksi Bersih Masjid Jelang Ramadan