Meski belum ditemukan, kewaspadaan tetap harus dijaga. Leptospirosis itu penyakit serius, lho. Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira yang hidup di air atau tanah yang sudah terkontaminasi urine hewan terinfeksi, seringnya tikus. Bakteri ini bisa menjangkiti manusia.
Gejalanya bisa tampak biasa saja di awal: demam, sakit kepala, nyeri otot. Tapi jangan salah, infeksi ini bisa berkembang parah. Dalam kondisi terburuk, bisa menyebabkan sesak napas, gagal hati, kerusakan ginjal, dan berujung fatal.
Nah, bagaimana caranya menghindarinya saat banjir datang? Pertama, sebisa mungkin jangan sampai air banjir mengenai mata, hidung, atau mulut. Jangan pula pakai air kotor itu untuk membasuh muka. Air banjir itu jelas tidak bersih; bisa saja membawa bakteri dan kotoran hewan.
Kedua, perhatikan luka di tubuh. Jika ada luka terbuka, tutup rapat dengan plester tahan air sebelum terpapar genangan. Penularan bakteri sering terjadi lewat kontak antara luka terbuka dan air yang sudah terkontaminasi.
Intinya, waspada dan jaga kebersihan. Dan jika merasa tidak enak badan usai terpapar banjir, segera periksakan diri. Sekarang, dengan kebijakan gratis dari Pemprov DKI, setidaknya urusan biaya bukan lagi halangan.
Artikel Terkait
Di Balik Gemuruh Festival, Budaya Kritik Film di Jogja Sekarat
IIMS 2026 Siap Jadi Ajang Debut Global dan Serbuan Mobil Terbaru
Seskab dan Wakil Panglima TNI Bahas Percepatan Program Strategis hingga Pemulihan Pascabencana
Waspada Leptospirosis, Ancaman Tak Kasat Mata Usai Banjir Melanda