Ia bahkan menceritakan keteguhan salah satunya. "Termasuk soal aditif ini, Pak Mas'ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan," kata Ahok tegas.
Soal Joko Priyono, Ahok punya sebutan khusus: 'orang kilang'. Alasannya sederhana, dialah yang banyak memberi Ahok pengetahuan soal seluk-beluk kilang minyak. Itu sebabnya, Ahok mengaku benar-benar tak paham. Kenapa justru orang-orang kompeten seperti mereka yang akhirnya dicopot dari posisinya?
"Saya pikir BUMN ini keterlaluan gitu lho," ucapnya dengan nada kesal. "Mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau melakukan yang saya lakukan dicopot? Ini orang terbaik Pak Joko itu, makanya saya tulis dicopot."
Kekesalan itulah yang kemudian mendorongnya melontarkan tantangan keras kepada jaksa di persidangan.
"Makanya saya selalu bilang sama Pak Jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?"
Pernyataan itu menggema di ruang sidang, meninggalkan pertanyaan yang menggantung tentang alasan di balik pergantian tersebut.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Kuat Ditopang Konsumsi Domestik dan Utang Terkendali
Lebaran 2026: Lebih dari 638 Ribu Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sudah Terjual
Pemerintah Andalkan Perjanjian Dagang ART sebagai Fondasi Hadapi Investigasi AS
KAI Siapkan 19 Perjalanan Tambahan Antisipasi Puncak Mudik Besok