Arab Saudi Membeku: Saat Gurun Pasir Tercatat Suhu -10 Derajat Celcius

- Senin, 26 Januari 2026 | 07:20 WIB
Arab Saudi Membeku: Saat Gurun Pasir Tercatat Suhu -10 Derajat Celcius

Riyadh - Bayangkan menuang air dan melihatnya membeku di udara sebelum sempat menyentuh tanah. Itulah pemandangan menakjubkan yang viral dan bikin heboh publik Arab Saudi belakangan ini. Negara yang identik dengan panas terik dan gurun pasir itu justru diguyur gelombang dingin ekstrem, bahkan sampai memicu hujan salju lebat di beberapa area.

Lalu, sebenarnya seberapa dingin sih suhu terendah yang pernah dialami negeri padang pasir ini?

Ternyata, rekor suhu paling ekstrem tercatat di angka minus 10 derajat Celcius. Menurut data Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Saudi, suhu sedingin itu pernah melanda wilayah pegunungan Hail tepatnya pada 16 Januari 2008. Cukup menggigilkan, bukan?

NCM baru saja merilis laporan statistik terbaru pada Kamis, 25 Desember 2025. Laporan itu mengungkap berbagai catatan suhu beku di seluruh penjuru Saudi selama musim dingin Desember, Januari, dan Februari dari tahun 1985 hingga sekarang.

Dari data tersebut, Qurayyat di wilayah Al Jouf menempati posisi kedua dengan suhu terendah minus 9 derajat Celcius. Itu juga terjadi di Januari 2008.

Di sisi lain, Turaif di wilayah Perbatasan Utara pernah beberapa kali merasakan dingin hingga -8 derajat Celcius dalam periode yang sama. Sementara itu, kota Al Jouf sendiri mencatat suhu -7 derajat Celcius pada Februari 1989.

Rupanya, bukan cuma wilayah utara saja yang kena. Banyak kota lain juga pernah kebagian suhu di bawah nol. Arar pernah mencapai -6,3 derajat, Rafha -5,8 derajat. Ibu kota Riyadh pun tidak luput, dengan suhu terendahnya -5,4 derajat. Kemudian ada Buraidah di angka -5 derajat, Qassim -4,2 derajat, dan Tabuk -4 derajat.

Wilayah yang biasanya panas seperti Al Ahsa (-2,3°C), Wadi Al Dawasir (-2°C), Taif (-1,5°C), hingga Bisha (-1°C) juga pernah merasakan sentuhan dingin yang tak biasa di tahun-tahun berbeda.

Kalau dilihat polanya, tahun 2008 sepertinya adalah periode terdingin yang berhasil didokumentasikan. Beberapa kota besar seperti Hail, Riyadh, Buraidah, Qassim, dan Tabuk semuanya mencetak rekor suhu terendah pada tahun itu.

Laporan semacam ini bukan sekadar data biasa. Upaya NCM untuk menganalisis dan mendokumentasikan catatan iklim jangka panjang punya tujuan yang jelas: mendukung penelitian ilmiah dan, yang tak kalah penting, meningkatkan kesadaran publik tentang karakteristik iklim Saudi yang sebenarnya jauh lebih kompleks dan beragam daripada sekadar panas menyengat. Negeri ini juga punya sisi lain yang bisa membuat orang menggigil.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar