Prabowo Curi Waktu dengan Zidane di Davos, Bahas Ambisi Besar Sepak Bola Indonesia

- Senin, 26 Januari 2026 | 01:30 WIB
Prabowo Curi Waktu dengan Zidane di Davos, Bahas Ambisi Besar Sepak Bola Indonesia

Pertemuan itu terjadi di sela-sela keriuhan World Economic Forum di Davos. Presiden Prabowo Subianto tak menyia-nyiakan kesempatan langka untuk berbincang dengan legenda sepak bola, Zinedine Zidane. Obrolan mereka, yang berlangsung sekitar tiga perempat jam, ternyata jauh dari sekadar basa-basi. Intinya? Masa depan sepak bola Indonesia.

Melalui unggahan Instagram Sekretariat Kabinet, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membocorkan isi diskusi tersebut. "Setelah menyampaikan konsep Prabowonomics di World Economic Forum, Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan legenda sepak bola sekaligus pelatih ternama berkebangsaan Prancis, Zinedine Zidane," jelas Teddy.

Rupanya, Prabowo punya agenda yang jelas. Ia menyampaikan ambisinya untuk mendongkrak level sepak bola nasional, baik di tingkat Timnas maupun secara keseluruhan di Tanah Air.

Namun begitu, visinya tak berhenti di situ. Ada mimpi yang lebih mendasar. Presiden ingin setiap sekolah baru yang dibangun nanti wajib dilengkapi dengan lapangan sepak bola. Lapangan itu bukan cuma untuk siswa, tapi juga bisa dipakai anak-anak di sekitar lingkungan sekolah. Gagasannya sederhana: membangun fondasi dari akar rumput, sejak dini.

"Serta rencananya agar setiap sekolah baru harus memiliki lapangan sepak bola yang dapat digunakan berlatih siswa sekolah & anak-anak di sekitar sekolah tersebut," kata Teddy menambahkan.

Dan tentu saja, Prabowo tak mau melewatkan kesempatan emas. Ia meminta pandangan langsung dari sang maestro. Apa masukan Zidane untuk perkembangan sepak bola kita? Itu yang dicari.

"Presiden Prabowo juga meminta masukan dan saran sang maestro Zidane terhadap perkembangan sepak bola nasional," ujar dia.

Pertemuan yang cukup hangat ini ternyata juga melibatkan keluarga. Prabowo hadir ditemani putranya, Didit Hediprasetyo. Sementara Zidane pun didampingi oleh putranya sendiri, Theo Zidane. Suasana jadi lebih personal, bukan sekadar pertemuan diplomatis yang kaku.

Pertemuan 45 menit itu mungkin terasa singkat. Tapi impian yang dibicarakan, terasa sangat besar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar