Cuaca buruk yang melanda berbagai wilayah Indonesia belakangan ini ternyata tak cuma bikin rencana liburan berantakan. Industri penerbangan nasional pun merasakan dampaknya, dan dampaknya cukup signifikan. Pendapatan maskapai diprediksi bakal menyusut, imbas dari banyaknya penerbangan yang terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan sama sekali.
Bayu Susanto, Sekjen INACA, mengiyakan hal itu. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi menghilangkan pendapatan maskapai hingga dua digit.
Ia menjelaskan, butuh waktu untuk recovery, untuk kembali ke operasi normal. Angka itu bukan asal tebak. Faktanya, cuaca yang tak menentu memaksa maskapai mengubah jadwal secara dadakan. Akibatnya, biaya operasional pun membengkak. Mulai dari pengaturan ulang jadwal kru, hingga pengembalian dana tiket atau refund bagi penumpang yang batal terbang. Prinsipnya tetap safety first, jadi soal ketepatan waktu take-off dan landing memang harus mengalah.
Efeknya berantai. Jadwal penerbangan komersial otomatis berkurang. Di sisi lain, terminal keberangkatan bisa jadi lebih padat dari biasanya karena penumpukan penumpang yang menunggu. Suasana yang tentu saja tidak nyaman bagi siapa pun.
Artikel Terkait
Proyeksi IMF 2026: Peringatan Ekonom atau Bukti Ketangguhan?
Vokalis Element Lucky Widja Tutup Usia, Rekan Band Ungkap Perjuangan Terakhirnya
Heboh Es Kue Jadul Kemayoran, Polisi Pastikan Tak Ada Spons dalam Panganan
Prabowo Langsung Telepon, Begini Kondisi Trenggono Usai Pingsan di Upacara Duka