Cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah Indonesia belakangan ini, lagi-lagi memaksa kita untuk melihat kesiapan kita menghadapi bencana. Banjir dan tanah longsor tak hanya merendam rumah, tapi juga menguji sistem penanggulangan yang ada. Di tengah situasi ini, muncul seruan dari anggota Komisi VIII DPR RI, Surahman Hidayat, agar pemerintah tak lagi setengah-setengah dalam mitigasi.
Intinya, dia mendesak baik pemerintah pusat maupun daerah untuk segera bertindak. Mitigasi bencana harus jadi prioritas utama selama cuaca ekstrem berlangsung. Apa yang perlu dilakukan? Banyak. Mulai dari memperkuat sistem peringatan dini, memperbaiki saluran drainase yang kerap bermasalah, sampai memastikan stok logistik di daerah rawan benar-benar siap.
“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu memperkuat sistem peringatan dini, memperbaiki infrastruktur drainase, serta memastikan kesiapan logistik di wilayah rawan banjir dan longsor,” tegas Surahman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, penanganan selama ini kerap terasa reaktif. Baru ada kejadian, baru bergerak. Padahal, yang dibutuhkan adalah langkah preventif. Untuk itu, sinergi antar kementerian dan lembaga menjadi kunci. Kerja sama yang solid bisa mengubah pola dari sekadar tanggap darurat menjadi pencegahan yang matang.
Tak hanya itu, dia secara khusus mendorong Kementerian Sosial dan BNPB. Lembaga-lembaga ini diminta untuk lebih optimal, terutama dalam hal penanganan dan evakuasi korban banjir yang terjadi saat ini. Kecepatan dan ketepatan adalah hal yang krusial.
“Saat ini diperlukan distribusi bantuan sosial yang cepat, tepat, dan transparan bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.
Artikel Terkait
Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Diplomatik ke Eropa
Trump Kumpulkan 20 Negara Bentuk Dewan Perdamaian, Prancis dan Inggris Menjauh
Program Makan Bergizi Indonesia Jadi Sorotan di Forum Ekonomi Davos
Pukul dan Jaringan: Turnamen Padel AEI-JInfovesta Lahirkan Kolaborasi di Luar Lapangan