Di Balik Senyum Lula Lahfah, Kisah Pilu GERD yang Tak Terungkap

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:00 WIB
Di Balik Senyum Lula Lahfah, Kisah Pilu GERD yang Tak Terungkap

Muhammad Feroz akhirnya angkat bicara. Sang ayah mengungkap penyebab kematian putrinya, Lula Lahfah, yang meninggal dunia Jumat lalu di apartemen pribadinya di Dharmawangsa. Menurutnya, Lula mengembuskan napas terakhir akibat sakit yang dideritanya.

Riwayat GERD yang dimiliki selebgram berusia 26 tahun itu ternyata cukup serius. Bahkan, di malam Tahun Baru kemarin, Lula sempat harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Iya, saya kira sakit. Ya, semua tahulah pas tahun baru dia kan di rumah sakit, pernah (dirawat) di rumah sakit," ujar Muhammad Feroz kepada wartawan di Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1).

Feroz menjelaskan, putrinya dirawat karena GERD-nya kambuh. Namun begitu, bukan cuma itu. Dokter juga mendiagnosis adanya pembengkakan pada ususnya. Sang ayah membenarkan, Lula memang kerap jatuh sakit karena penyakit lambungnya itu.

"Jadi dia punya GERD, ya, itu sudah sering kambuh terus dia juga ada pembengkakan di usus. Itu yang sering dia keluhin," ucapnya.

Dibelakang Senyum, Ada Rasa Sakit yang Ditahan

Meski tahu riwayat sakit putrinya, Feroz justru mengaku satu hal yang membuatnya terenyak. Keluarga ternyata hampir tak pernah mendengar Lula mengeluh. Dia memilih diam.

Ternyata, Lula hanya bercerita soal kondisi kesehatannya yang sebenarnya kepada beberapa teman dekatnya.

Sebagai orang tua, Feroz mengaku bingung. Dia tak paham mengapa Lula memilih menutup rapat penderitaannya. Keluarga seringkali baru tahu kondisinya memburuk justru dari kabar teman-teman Lula sendiri. Sebuah fakta yang kini terasa sangat menyayat.

"Ya itu aja yang kita sesali. Kenapa dia enggak (cerita), ya, itu mungkin akhirnya dia tahan-tahan. Akhirnya tadi malam itu enggak (tertahankan lagi) mungkin, komplikasi dari situ," pungkasnya dengan nada berat.

Kronologi penemuannya pun berawal dari kecemasan. Lula ditemukan meninggal pada Jumat, 23 Januari 2026, di kamarnya. Kekhawatiran tumbuh setelah asisten rumah tangganya menyadari Lula tak kunjung keluar dari kamar dalam waktu yang lama.

Hingga akhirnya, pihak keamanan apartemen diminta membuka paksa pintu kamarnya. Mereka menemukan Lula sudah tak bernyawa di dalam. Dari identifikasi awal, polisi menduga kuat kematiannya disebabkan oleh sakit yang diderita. Ini merujuk pada obat-obatan serta surat rawat jalan yang ditemukan tersisa di apartemennya. Perempuan kelahiran 17 Juli 1999 itu pergi meninggalkan duka yang dalam, terutama bagi sang ayah yang kini masih berusaha memahami segalanya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini