JAKARTA Harga emas dunia lagi-lagi jadi perbincangan hangat. Kali ini, prediksinya benar-benar ambisius: logam kuning ini disebut-sebut bakal mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, dan tren kenaikannya diproyeksikan masih akan berlanjut hingga tahun 2030. Bahkan, ada angka fantastis yang beredar: 10.000 dolar AS per troy ons. Bukan main.
Pada perdagangan Jumat (23/1/2026) pagi, tepatnya pukul 05.36 GMT, sentimen positif sudah terlihat. Harga emas menguat 0,4 persen ke level 4.957,10 dolar AS. Angka ini seolah jadi pembuka panggung untuk sebuah lonjakan yang lebih dramatis.
Hans Kwee, praktisi pasar modal dan Co-Founder PasarDana, termasuk yang percaya pada skenario optimis ini. Dalam acara Edukasi Wartawan Pasar Modal yang digelar virtual, dia membeberkan analisisnya.
"Emas itu di 2030 diperkirakan masuk ke 10.000 dolar AS per troy ons," ujar Hans.
"Tapi ini masih empat tahun lagi dari sekarang. Nah, tahun ini saja targetnya sudah di kisaran 5.400 dolar AS."
Menurutnya, ada sesuatu yang lebih besar sedang terjadi. Kenaikan saat ini bukan cuma dipicu ketegangan geopolitik biasa, melainkan sebuah pergeseran fundamental ekonomi global. Dia mengutip proyeksi sejumlah raksasa keuangan seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank yang memprediksi kenaikan hingga 20 persen dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Menyusuri Jejak Sukawana: Saat Gunung Tangkuban Perahu Berbisik Cerita
Kredit Bank Melonjak 9,3% di Akhir 2025, Investasi dan Properti Jadi Pendorong
Jaecoo J5 Mulai Dirakit Lokal, Pemesanan Tembus 10.000 Unit
Sabtu Mendatang, Jabodetabek Diselimuti Awan Tebal dan Potensi Hujan Disertai Petir