Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk autopsi. Sementara itu, penyelidikan detail masih terus digelar oleh Polres Metro Jakarta Timur. "Masih dalam proses pendalaman," kata Budi Hermanto.
Cerita duka ini berawal dari bunyi lonceng. Seperti biasa, tanda 'steril' berkumandang sekitar pukul 16.30 WIB, isyarat bagi semua warga binaan untuk kembali ke blok masing-masing. Alarm kedua berbunyi setengah jam kemudian, pukul 17.00 WIB. Nah, di sinilah masalah mulai terlihat. SAK tak kunjung muncul di selnya.
Petugas dan beberapa warga binaan lain langsung bergerak. Mereka menyisir setiap sudut gedung dengan perasaan was-was. Pencarian itu berakhir tragis. Tepat pukul 18.02 WIB, mereka menemukan SAK dalam kondisi tak bernyawa.
Sebelum peristiwa ini, SAK diketahui sedang menjalani proses hukum. Dia tersandung kasus dugaan penipuan yang dijerat dengan Pasal 378 KUHP. Namun begitu, apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok rutan itu, masih menjadi tanda tanya besar yang menunggu jawaban dari penyelidikan polisi.
Artikel Terkait
Benteng Pendem Ambarawa Bangkit Setelah Revitalisasi Rp156,8 Miliar
Bareskrim Geledah Kantor DSI, Kasus Dugaan Penipuan Syariah Naik ke Penyidikan
Hujan Tak Halangi 400 Pelajar Berdebat ala Sidang PBB di Jakarta
Pramono Anung Turun Langsung, Perintahkan Tambah Pompa di Titik Banjir Daan Mogot