Aturan lain yang penting: jangan bawa tas gendong besar atau barang-barang yang tidak perlu. Makanan, minuman dari luar, rokok, sampai hewan peliharaan juga dilarang dibawa masuk. Intinya, mereka ingin area candi tetap bersih, aman, dan kondusif untuk semua orang.
Yang nggak kalah penting, jagalah ketenangan. Borobudur itu tempatnya untuk merenung, bukan untuk berisik atau bercanda ria. Bicara pelan-palan saja, dan hormati mereka yang sedang beribadah atau sekadar menikmati kedamaian di tempat ini.
Lalu, kapan sih waktu terbaik buat berkunjung? Jawaban favorit banyak orang adalah saat subuh. Program "sunrise tour" itu memang worth it banget. Bayangkan, Anda berdiri di antara kabut pagi, menunggu sang surya menyingsing dari balik pegunungan Menoreh, menerangi stupa-stupa yang berjajar. Pemandangannya benar-benar magis dan sulit dilukiskan dengan kata-kata. Cuacanya juga masih sejuk, belum terlalu ramai.
Kalau mau yang lebih sepi lagi, cobalah datang pada hari kerja di luar musim liburan sekolah. Anda bisa jelajahi setiap relief dengan lebih leluasa, tanpa harus berdesak-desakan.
Pokoknya, persiapan itu kunci. Cek selalu informasi terbaru soal jam buka dan harga tiket sebelum berangkat. Dengan merencanakan semuanya dengan baik, pengalaman Anda mengeksplorasi keagungan Borobudur pasti akan jauh lebih berkesan dan lancar.
Artikel Terkait
Solikin M. Juhro Jalani Uji Kelayakan Pertama untuk Kursi Deputi Gubernur BI
Tragis di Tengah Macet dan Banjir, Sopir Mobil Ditemukan Meninggal di Setir
Hujan Deras, Sekolah di Jakarta Kembali Daring Mulai Hari Ini
Prabowo di Davos: Indonesia Siap Mengejutkan Dunia dengan Pertumbuhan Ekonomi