Yabes Roni Siap Bawa Persis Solo Keluar dari Zona Degradasi

- Kamis, 22 Januari 2026 | 02:40 WIB
Yabes Roni Siap Bawa Persis Solo Keluar dari Zona Degradasi

Di tengah hiruk-pikuk jendela transfer paruh musim, Persis Solo akhirnya mengumumkan perekrutan baru. Mereka mendatangkan Yabes Roni, mantan winger Timnas Indonesia yang berusia 30 tahun, dengan status pinjaman dari Bali United. Kontraknya berlangsung hingga akhir musim Super League 2025-2026.

Ambisi pemain asal Papua ini jelas: mengeluarkan Laskar Sambernyawa dari kubangan zona degradasi. Situasi timnya memang sedang memprihatinkan. Saat ini, Persis tercecer di posisi 16 klasemen, hanya mengumpulkan 10 poin dari 17 laga. Tekanan untuk segera bangkit sangat besar.

Namun begitu, Yabes tampaknya tak gentar. Ia justru bersemangat.

“Target saya semoga bisa membawa Persis Solo keluar dari zona degradasi dan berada di papan tengah,” ujar Yabes.
“Saya bertekad bersama teman saya yang sudah ada di sini, ada teman lama saya dan semua pemain lainnya, kita bisa komunikasi dengan baik agar tetap kompak pada setiap pertandingan untuk meraih hasil terbaik,” sambungnya.

Adaptasi, menurutnya, tak akan jadi masalah besar. Ia sudah kenal dengan beberapa wajah di dalam skuad. Itu modal berharga untuk segera menyatu dan memberi dampak.

Di sisi lain, kebahagiaannya bisa bergabung dengan Persis Solo juga terasa. Klub dengan basis pendukung yang masif ini diyakininya sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Sebuah tantangan sekaligus kehormatan.

“Saya bahagia bisa jadi keluarga Persis Solo. Semoga saya tidak mengecewakan dan bisa memberikan kontribusi, membantu tim ini di setiap pertandingan untuk dapat hasil positif,” pungkas Yabes Roni.

Kini, semua mata tertuju padanya. Bisakah sang mantan pemain timnas ini menjadi penawar duka bagi suporter Persis dan menjadi senjata baru yang mereka tunggu-tunggu? Jawabannya hanya ada di lapangan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar