Dengan tambahan Samarinda dan Banjarmasin, panitia memproyeksikan peserta MLSC bisa mencapai angka 45 ribu lebih per tahun. Nah, di sinilah masalah baru muncul atau lebih tepatnya, peluang.
Anak-anak yang ikut MLSC itu kan bakal tumbuh besar. Saat mereka menginjak usia 13 atau 14 tahun, mereka butuh wadah kompetisi yang lebih tinggi lagi. Dan HYDROPLUS Soccer League hadir untuk menjawab kebutuhan itu.
Ia juga punya harapan untuk masa depan. Bayangkan kalau nanti Samarinda dan Banjarmasin sudah masuk tahun kedua atau ketiga penyelenggaraan. Peserta yang sekarang masih 8 atau 10 tahun, pasti sudah siap naik kelas.
Di sisi lain, Teddy berharap kolaborasi dengan korporasi seperti Bayan Peduli yang mendukung MLSC di Kalimantan bisa menginspirasi banyak pihak lain. Support dari dunia usaha memang krusial.
Jadi, ceritanya gak cuma tentang tambah satu kota di peta. Ini tentang membangun ekosistem yang berjenjang, dari yang paling dasar sampai ke level yang lebih kompetitif. Dan tahun 2026 ini, langkah awalnya terasa semakin konkret.
Artikel Terkait
Kejagung Geledah Money Changer, Lacak Aliran Dana Korupsi Ekspor Limbah Sawit
Misteri Kematian Penumpang Perempuan di Peron Stasiun Gondangdia
Personel TNI-Polri untuk Haji 2025 Melonjak Dua Kali Lipat
Pabrik Hino Purwakarta Sepi, Hanya 25% Kapasitas Terpakai Akibat Banjir Truk China