Arus Mudik Isra Mikraj: Lebih Banyak Warga Pilih Rute Timur, Baliknya Serempak

- Rabu, 21 Januari 2026 | 01:50 WIB
Arus Mudik Isra Mikraj: Lebih Banyak Warga Pilih Rute Timur, Baliknya Serempak

Libur Isra Mikraj tahun ini, seperti biasa, memicu pergerakan massal kendaraan di sekitar Jakarta. Jasa Marga baru saja merilis datanya: tercatat lebih dari 1,23 juta kendaraan keluar masuk wilayah Jabodetabek selama periode liburan. Angka kumulatif itu dihitung dari empat gerbang tol utama, mulai dari Jumat (16/1) dini hari hingga Senin (19/1) pagi.

Menariknya, total volume itu hanya naik tipis, sekitar 0,9 persen, dibandingkan arus lalu lintas normal. Tapi di balik angka total yang tampak stabil, ada pergeseran pola perjalanan yang cukup jelas.

“Pergerakan masih didominasi arah Timur, baik ke Trans Jawa maupun Bandung, dengan porsi 45 persen,” jelas Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/1).

“Untuk wilayah Timur, pergerakan terbagi hampir merata antara Trans Jawa (46 persen) dan Bandung (53 persen). Sedangkan untuk puncak arus lalu lintas keluar tercatat pada 15 Januari 2026.”

Setelah itu, arah Barat ke Merak menyusul di posisi kedua (30%), diikuti oleh tujuan ke arah Selatan atau Puncak sebesar 25%.

Nah, kalau dirinci lebih detail, ceritanya jadi lain. Arus kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek ternyata justru sedikit menurun, sekitar 0,6% lebih rendah dari kondisi normal. Jumlahnya sekitar 613,589 kendaraan. Penurunan ini terutama terjadi di jalur menuju Barat (Merak) dan Selatan (Puncak), masing-masing turun hampir 5%. Sebaliknya, arus ke Timur justru melonjak lebih dari 5%.

Di sisi lain, pemandangan berbeda terlihat di arus balik. Kendaraan yang kembali ke Jabodetabek malah meningkat signifikan, naik 2,52 persen menjadi hampir 619.059 kendaraan. Peningkatan tertinggi terjadi dari arah Timur, yang melesat 7,68% dibanding hari biasa. Arus dari Selatan (Puncak) juga naik, meski lebih modest, sekitar 1,66%. Hanya arus dari Barat yang tercatat turun, sekitar 3,67% lebih rendah dari normal.

Data ini, meski terlihat sebagai sekumpulan angka, sebenarnya menggambarkan sebuah pola. Tampaknya, banyak pemudik yang memilih tujuan ke Timur untuk liburan singkat ini. Lalu, ketika liburan usai, mereka pun serempak kembali ke ibu kota, menciptakan lonjakan yang cukup terasa di gerbang-gerbang tol dari arah tersebut.

Laporan ditutup oleh kunthi fahmar sandy.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar