Studi 25 Tahun: Konsumsi Keju Tinggi Lemak Ternyata Kurangi Risiko Demensia

- Selasa, 20 Januari 2026 | 13:42 WIB
Studi 25 Tahun: Konsumsi Keju Tinggi Lemak Ternyata Kurangi Risiko Demensia

Keju seringkali dianggap sekadar penyedap rasa, bikin makanan jadi lebih gurih. Tapi siapa sangka, di balik itu ada potensi manfaat untuk kesehatan otak. Baru-baru ini, sebuah studi panjang yang dimuat di jurnal Neurology pada Desember 2025 menguak hubungan menarik antara kebiasaan makan keju dan risiko demensia.

Studi bertajuk "High and Low Fat Dairy Consumption and Long Term Risk of Dementia" itu tak main-main. Mereka mengamati kebiasaan hampir 27.670 orang dewasa di Swedia selama seperempat abad. Dari jumlah itu, 3.208 partisipan akhirnya didiagnosis menderita demensia.

Para peneliti, seperti dilansir Food and Wine, tak hanya melihat keju. Mereka mencatat pola makan partisipan secara menyeluruh, sambil mengelompokkan data berdasarkan usia dan jenis kelamin. Yang perlu dicatat, penelitian ini fokus pada diagnosis demensia secara umum, bukan subtipe spesifik seperti Alzheimer. Alasannya, penyebab masing-masing jenis bisa berbeda.

Bagaimana cara mengumpulkan datanya? Para peserta diminta jujur mencatat semua yang mereka santap dalam buku harian makanan selama seminggu penuh. Catatan itu termasuk frekuensi mereka mengonsumsi makanan tertentu, keju tentu saja salah satunya.

Dari sinilah kemudian terbagi dua kelompok. Ada yang rutin mengonsumsi minimal 50 gram keju tinggi lemak per hari kira-kira setara dua potong keju cheddar. Di sisi lain, ada kelompok yang asupannya kurang dari 15 gram sehari.

Hasilnya? Cukup mengejutkan. Di akhir penelitian, kelompok pemakan keju lebih banyak itu dikaitkan dengan risiko demensia 13 persen lebih rendah. Angka yang tidak bisa dianggap sepele.

Tapi, jangan buru-buru menyimpulkan. Para peneliti sendiri bersikap sangat hati-hati. Mereka menegaskan, temuan ini belum membuktikan bahwa keju adalah obat pencegah demensia. Interpretasinya pun harus pelan-pelan.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar