Di bandara, misalnya. InJourney bakal memperluas pemasangan panel surya dan mendorong efisiensi pemakaian listrik. Sementara untuk hotel dan kawasan wisata, strateginya berbeda. Mereka akan memperkuat sistem pengelolaan limbah dan mulai beralih menggunakan kendaraan operasional listrik.
Tak cuma mengandalkan teknologi, mereka juga menggarap program berbasis alam. Salah satunya dengan mengembangkan kawasan mangrove di Mandalika. Penanaman pohon juga akan dilakukan di sejumlah destinasi wisata lain yang berada di bawah naungan holding ini.
Maya menegaskan, semua upaya ini harus terukur. Transparansi jadi kunci. Ia ingin memastikan bahwa klaim pengurangan emisi itu bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekadar kampanye.
"Ini aksi yang tangible. Nanti bisa dilihat bagaimana kami mengukur dengan akurat pengurangan emisi 4.000 ton CO2 ini, dan bagaimana eksekusinya dari berbagai sektor," tegasnya.
Pada akhirnya, target ini bukan cuma tentang angka. Menurut Maya, ini adalah kontribusi nyata bagi agenda transisi energi dan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Sekaligus mempertegas peran BUMN dalam mendukung target penurunan emisi nasional. Sebuah langkah besar yang, jika berjalan, dampaknya akan terasa luas.
Artikel Terkait
Kilang Balikpapan Borong Penghargaan di Bangkok Berkat Inovasi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Influencer Crypto Timothy Ronald Dilaporkan Lagi, Kali Ini Rugikan Korban Rp1 Miliar
Toyota Raize Segar Hadir dengan Wajah Lebih Garang dan Fitur Terbaru
Sertifikat Tanah Korban Bencana Ditunda, Ini Alasan Strategis Pemerintah