Fokus pembicaraan, seperti diungkapkan Teddy, cukup spesifik: memantau progres kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan. Satgas ini sendiri bukan hal baru.
“Rapat membahas perkembangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan yang dibentuk oleh Presiden Prabowo sejak Januari 2025, atau dua bulan setelah beliau dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujar Seskab Teddy.
Langkah memimpin rapat strategis dari ribuan kilometer jauhnya ini jelas bukan tanpa pesan. Ia menegaskan bahwa soal hutan ini benar-benar prioritas. Di balik itu, terlihat keseriusan pemerintah atau setidaknya, sinyal yang ingin dikirim untuk urusan kepastian hukum dan penataan aset negara di sektor kehutanan. Agenda lingkungan dan pembenahan administrasi tanah sepertinya sedang digenjot.
(kunthi fahmar sandy)
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tegaskan Rotasi Pejabat Tak Sentuh Independensi BI
KIP-K Rp 1,6 Triliun: Kemenag Dorong Beasiswa untuk Mahasiswa Asing dan Warga Sekitar Kampus
Arus Balik Jabodetabek Masih Padat Meski Libur Isra Mikraj Usai
Prabowo Perintahkan Evakuasi Cepat Usai Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Jatuh