Yayasan Bill & Melinda Gates bakal menggelontorkan dana tak tanggung-tanggung tahun depan: sembilan miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, angkanya fantastis, sekitar Rp150 triliun. Pengumuman ini sekaligus menegaskan arah yayasan raksasa itu pasca keputusan mengejutkan tahun lalu untuk menutup pintu selamanya pada 2045.
Rencana pengeluaran besar-besaran itu disetujui dewan yayasan pekan ini. Mereka bahkan menyepakati anggaran terbesar sepanjang sejarah organisasi, melampaui catatan tahun sebelumnya yang 'hanya' USD8,74 miliar. Bill Gates sendiri tahun lalu sudah berjanji akan menghabiskan USD200 miliar dalam dua dekade ke depan sebelum yayasan bubar, sebagai bagian dari komitmennya menyumbangkan sebagian besar kekayaannya.
Namun begitu, di balik angka-angka sumbangan yang membumbung tinggi, ada kabar lain yang cukup mencengangkan. Yayasan ternyata juga berencana memangkas jumlah stafnya. Rencananya, hingga 500 orang dari total 2.375 karyawan saat ini akan berkurang dalam lima tahun ke depan. Prosesnya akan bertahap, dan beberapa posisi dibiarkan kosong.
Dana segar itu tentu bukan tanpa alokasi yang jelas. Beberapa program akan mendapat suntikan lebih besar. Di antaranya adalah isu kesehatan perempuan, pengembangan vaksin, dan tentu saja, upaya pemberantasan polio yang sudah lama jadi perhatian yayasan. Mereka juga akan lebih serius menyentuh bidang kecerdasan buatan dan pendidikan di Amerika Serikat.
Di sisi lain, dewan yayasan tampaknya ingin menjaga efisiensi. Mereka sepakat membatasi biaya operasional mulai dari gaji, infrastruktur, fasilitas, sampai biaya perjalanan tidak lebih dari USD1,25 miliar. Itu setara dengan sekitar 14 persen dari total anggaran. Pengurangan staf tadi jelas jadi salah satu cara untuk mencapai target penghematan itu. Rencana pengeluaran dan efisiensi ini akan ditinjau ulang setiap tahun, kata mereka.
Jadi, inilah wajah Gates Foundation ke depan: lebih banyak uang yang dikucurkan, tetapi dengan operasional yang lebih ramping. Sebuah transisi besar menuju penutupan dua dekade mendatang.
Artikel Terkait
LPSK Siap Berikan Perlindungan untuk 20 Korban Pelecehan Seksual di FH UI
Selat Hormuz Dibuka untuk Kapal Komersial, Namun Blokade AS ke Iran Tetap Berlaku
Pajak Online Siap Diterapkan, Tunggu Arahan Final Menkeu
Program Sekolah Rakyat Hidupkan Kembali Impian Siswa Putus Sekolah di Boyolali