Di sisi lain, tim dari KAI terus siaga memantau perkembangan ketinggian air. Mereka berjanji akan mengambil langkah-langkah lanjutan seperlunya.
“Prioritas utama kami jelas: keselamatan. Semua upaya mitigasi diarahkan ke sana,” tegas Luqman.
Ia juga menyatakan bahwa pemantauan kondisi lapangan masih terus dilakukan. Tujuannya, agar perjalanan bisa kembali normal dengan cepat, tapi tentu saja harus aman.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan yang terdampak. Penanganan intensif kami teruskan, semua demi keselamatan bersama,” tandasnya.
Banjir ini nampaknya buah dari hujan deras yang tak henti-hentinya. Sejak Senin sore, Kota Semarang dan wilayah sekitarnya sudah diguyur hujan. Hingga Kamis malam menjelang pukul sepuluh, intensitasnya masih tinggi. Akibatnya, genangan air tak hanya mengganggu kereta, tapi juga melumpuhkan sejumlah titik di Semarang dan Kendal. Cuaca ekstrem sekali lagi menguji ketangguhan infrastruktur transportasi kita.
Artikel Terkait
Meikarta Siap Jadi Percontohan Rusun Bersubsidi pada 2026
Kadin Pacu Ekonomi 5,5 Persen di 2026, Meski Tantangan Pengangguran Masih Menganga
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Hanya 24 Persen yang Terkelola
Pencabulan Siswa SMK Berakhir 8,5 Tahun Penjara, Korban Direlokasi ke Solo