Banjir Lumpuhkan Jalur KA Kendal, Delapan Kereta Terjebak dan Terlambat

- Kamis, 15 Januari 2026 | 23:50 WIB
Banjir Lumpuhkan Jalur KA Kendal, Delapan Kereta Terjebak dan Terlambat

Banjir melanda jalur kereta di Kendal, Kamis malam (15/1), dan langsung mengacaukan perjalanan. Tak tanggung-tanggung, delapan kereta api terdampak, ada yang terlambat puluhan menit, ada pula yang terpaksa berhenti di stasiun terdekat. Semua ini bermula dari luapan air yang membanjiri petak antara Kaliwungu dan Kalibodri, memaksa PT KAI Daop 4 Semarang menutup sementara jalur tersebut demi alasan keamanan.

Menurut laporan, air mulai meluap deras di sekitar Jembatan BH 111, tepatnya di kilometer 20 7/8, sekitar pukul sembilan lebih dua puluh menit malam. Ketinggiannya bukan main, sampai menyentuh batas kepala rel. Begitu dapat laporan dari petugas di lapangan, manajemen langsung menerapkan semboyan 3. Intinya, jalur hulu dan hilir ditutup. Langkah darurat, memang, tapi tak ada pilihan lain.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan situasi yang sebenarnya cukup mengkhawatirkan.

“Dua jalur di lokasi itu benar-benar terendam, airnya mengalir kencang. Demi keselamatan penumpang dan operasi, kami terpaksa menutupnya. Tidak ada kereta yang bisa lewat,” ujar Luqman.

“Otomatis, gangguan terjadi, terutama untuk rute-rute utama seperti Semarang-Jakarta dan sebaliknya,” imbuhnya.

Dampaknya langsung terasa. Catatan hingga pukul 21.50 WIB menunjukkan kekacauan yang terjadi: KA Kaligung dan Brantas masing-masing molor 27 dan 34 menit. KA Jayabaya juga telat 17 menit. Yang lebih parah, beberapa kereta harus ditahan. KA Joglosemarkerto dan Argo Sindoro berhenti di Weleri. Sementara itu, KA Kertajaya tertahan di Kalibodri, KA Harina di Semarang Poncol, dan satu lagi KA Kaligung di Kaliwungu. Suasana malam itu pasti penuh kecemasan bagi para penumpangnya.


Halaman:

Komentar