BANJARBARU - Sebuah momen yang mungkin tak akan pernah dilupakan Nusyifa terjadi Senin lalu. Di tengah keriuhan peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, siswi kelas 4 dari Sekolah Rakyat Dasar 6 Palangkaraya itu memberanikan diri. Dengan langkah kecil, dia mendekati Presiden Prabowo Subianto dan menyerahkan sepucuk surat tulisan tangan.
Surat itu sederhana, tapi maknanya dalam. Itu adalah ungkapan terima kasih tulus seorang anak yang kini bisa merasakan bangku sekolah. Berkat hadirnya Sekolah Rakyat, mimpi untuk belajar akhirnya jadi kenyataan bagi Nusyifa dan banyak teman-temannya dari keluarga yang kurang mampu.
Usai acara, dengan mata berbinar, Nusyifa membagikan isi hatinya.
“Terima kasih Bapak Prabowo karena telah membuat Sekolah Rakyat ini, sehingga saya dan teman-teman bisa merasakan bangku sekolah,” ujarnya.
Namun begitu, surat itu bukan cuma berisi ucapan syukur. Nusyifa menuliskan harapan besarnya. Baginya, Sekolah Rakyat lebih dari sekadar tempat menimba ilmu. Itu adalah ruang untuk membentuk karakter, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak usia dini.
“Sekolah ini yang akan merakit kami menjadi anak-anak yang kreatif, cerdas, dan memiliki jiwa kepemimpinan seperti Bapak,” katanya penuh keyakinan.
Imajinasinya bahkan melayang lebih jauh. Dia membayangkan kontribusi yang bisa dia dan teman-temannya berikan sepuluh atau dua puluh tahun mendatang. Visi yang cukup matang untuk seorang bocah kelas 4 SD.
“Mungkin 10 tahun ke depan kami akan menjadi orang yang sukses dan bisa membangun negeri ini. Tunggu kami ya Bapak,” tuturnya.
Kebahagiaannya pun sempurna. Prabowo merespons kehadirannya dengan hangat, menyapa dan menjabat tangannya. Momen singkat itu, sapaan langsung dari presiden, jelas meninggalkan kesan yang terpatri dalam di benak Nusyifa. Sebuah pengalaman yang mungkin akan jadi cerita pengobar semangatnya bertahun-tahun ke depan.
Artikel Terkait
LRT Jabodebek Desak Pemkot Bekasi Sediakan Angkutan Feeder ke Stasiun
BPJT: Implementasi Sistem Bayar Tol Tanpa Berhenti (MLFF) Masih Butuh Proses Adaptasi
Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dari Rusia hingga Akhir Tahun
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun 2026