Senin pagi (12/1/2026) lalu, Gedung Merah Putih KPK kembali ramai. Kali ini, yang memenuhi panggilan penyidik adalah Muzaki Kholis, seorang tokoh Nahdlatul Ulama yang menjabat sebagai Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta. Ia datang sekitar pukul setengah sepuluh pagi, bersedia dihadirkan untuk dimintai keterangan.
Pemeriksaannya, menurut juru bicara KPK Budi Prasetyo, berkaitan dengan kasus korupsi kuota haji di Kementerian Agama. "Pemeriksaan saksi MZK terkait dugaan tindak pidana korupsi kuota haji," jelas Budi kepada para wartawan yang menunggu. Muzaki hadir sebagai saksi, bukan tersangka.
Namun begitu, Budi enggan merinci lebih jauh soal materi yang digali dari Muzaki. Ia hanya menyebut proses itu masih berlangsung di dalam gedung. Rinciannya? Itu masih disimpan rapat-rapat oleh tim penyidik.
Kasus ini sendiri sudah menyeret nama besar. Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka: mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz. Sorotan utama ada pada pengelolaan kuota tambahan haji tahun 2023, yang jumlahnya mencapai 20.000 jemaah.
Artikel Terkait
Kayu Hanyutan Disulap Jadi Huntara untuk Korban Banjir Aceh dan Sumut
Tiket Piala Asia Futsal 2026 Dilepas, Mulai Rp75 Ribu
Belanja Akhir Tahun 2025 Tetap Bergairah, Tapi Waspada Inflasi Jelang Ramadan
Prabowo Pasang Target: Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem 2029