Secara kumulatif, sejak awal tahun hingga 8 Januari, sentimen investor asing masih terlihat positif. Mereka membukukan beli neto di pasar saham Rp3,85 triliun, di SBN Rp3,23 triliun, dan SRBI Rp0,26 triliun. Angka-angka ini memberi sinyal awal yang perlu terus diamati perkembangannya.
Satu indikator risiko yang patut dicermati adalah premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia. Per 8 Januari, premi untuk tenor 5 tahun berada di 69,57 basis poin, sedikit naik dari posisi seminggu sebelumnya yang 67,62 basis poin.
Menghadapi semua dinamika ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya. Bank sentral akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan berbagai otoritas terkait. Strategi kebijakan yang ada akan dioptimalkan, tak lain untuk menjaga stabilitas dan memastikan ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah gejolak global yang tak bisa diprediksi sepenuhnya.
(Shifa Nurhaliza Putri)
Artikel Terkait
FCC Beri Izin, Armada Satelit Starlink Elon Musk Bakal Tembus 15.000 Unit
Nobar Berujung Ricuh: Petasan Picu Bentrok Suporter di Depok
Korban Jiwa Membengkak, Iran Hadapi Gelombang Kerusuhan Terbesar
Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika