Lalu, bagaimana dengan kondisi di Sumatera Utara? Menurut Novita Kusuma Wardani, Kepala BBKSDA setempat, penanganan di desa-desa seperti Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol dilakukan bertahap. Mereka ingin memastikan prosesnya terukur.
"Pemilahan kayu hanyutan hampir rampung dan diarahkan sepenuhnya untuk bahan pembangunan hunian sementara,"
jelas Novita.
Perkembangannya cukup signifikan. Di beberapa titik di Garoga, pemilahan bahkan sudah 100% selesai. Hasil olahan per 8 Januari kemarin menambah ratusan keping kayu siap pakai. Semua material ini rencananya akan dikirim untuk pembangunan huntara di Desa Batu Hula, Batang Toru.
Namun begitu, kerja mereka tak berhenti di situ. Kegiatan juga merambah ke penataan lingkungan yang lebih luas. Ada proses land clearing untuk persiapan huntara dan bahkan hunian tetap di areal bekas PTPN IV, Desa Aek Pining. Luas rencananya mencapai 15 hektar, dan realisasi pembukaan lahannya sudah melampaui seribu hektar. Sebuah langkah awal yang melelahkan, tapi penting untuk memulai kehidupan baru.
Artikel Terkait
Bapanas dan Pemprov Papua Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan
Massa Amuk Mobil Toyota Calya yang Nekat Melawan Arus di Gunung Sahari
Presiden Prabowo Sambut Antusiasme Diaspora Indonesia di UEA
Yordania Dukung Rencana Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza