“Rasanya kayak ah sudah deh pengin kerja saja gitu. Akhirnya kerjalah di PSSI,” ujar Maulina jujur.
Panggilan Terakhir dari Lapangan
Bergabung dengan PSSI membawanya ke departemen sepak bola wanita. Tapi rupanya, lapangan masih memanggil. Di 2022, pelatih saat itu, Rudy Eka Priyambada, menghubunginya.
“Coach Rudy tiba-tiba ngehubungin saya, ‘Cici kamu mau nggak bantu-bantu saya? Karena di sini butuh senior, kita butuh Cici untuk jadi pemain’… akhirnya ya sudah saya ikut jadi pemain 2022,” katanya.
Piala Asia Wanita 2022 di India menjadi panggung perpisahannya sebagai pemain. Turnamen itu meninggalkan kesan mendalam, terutama karena digelar di tengah situasi pandemi yang tak mudah.
“Yang paling membekas itu ya udah pasti di India ya AFC… ditambah dengan COVID kan. Jadi udah paling benar-benar ini bangetlah apa dikenang banget,” tuturnya.
Selepas itu, babak sebagai pemain sepak bola pun resmi ditutup.
Babak Baru di Sisi Lain Garis Lapangan
Setelah gantung sepatu, fokusnya beralih. Dengan arahan dari sejumlah pihak di PSSI, ia mengambil lisensi kepelatihan C. Proses itu membuahkan hasil. Di 2024, kepercayaan datang: ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia.
Menariknya, di tahun yang sama ia masih sempat bermain futsal untuk PON Banten. Tapi itu yang terakhir. Setelahnya, ia memutuskan untuk berhenti total sebagai atlet.
“Udah deh, sampai sekarang fokus di ngelatih,” katanya mantap.
Kini, semua pengalamannya sebagai pemain bola, atlet futsal, mantan staf dilebur menjadi satu dalam peran barunya. Peran berubah, tapi perasaan bangga membela negara tetap sama.
“Bangga banget ya yang pasti,” kata Maulina.
“Setidaknya sudah ngasih yang terbaiklah buat Indonesia itu,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Megawati Sambut HUT PDIP ke-53 dengan Penegasan Partai Penyeimbang
Bantuan Subsidi Upah Rp600 Ribu untuk Guru Madrasah Non-ASN Telah Cair
Kilang Balikpapan Berbenah: Rp 123 Triliun untuk Fondasi Energi Nasional
Klok Buka Suara Soal Sakit Hati Jelang Duel Panas Persib vs Persija