JAKARTA – Sebuah kabar duka datang dari Brasil. Seorang balita, baru berusia dua tahun, meninggal dunia setelah diserang oleh kawanan ikan piranha. Sungai di dekat rumahnya menjadi lokasi kejadian yang memilukan itu.
Korban bernama Clara Vitoria. Ia tewas di wilayah Amazonas, Brasil, pada penghujung tahun 2025 lalu. Menurut laporan, insiden ini bermula saat Clara, tanpa sepengetahuan orang tuanya, keluar dari pengawasan.
Bangunan terapung di tepi sungai itu ternyata punya lubang. Celakanya, tidak ada pagar pengaman di sekelilingnya. Rupanya, area tersebut sedang disiapkan untuk pembangunan kamar mandi, tapi pembatasnya belum dipasang. Clara pun terjatuh.
Orang tuanya langsung panik begitu menyadari sang anak hilang. Pencarian pun digeber di sekitar sungai. Hanya sekitar lima menit kemudian, tubuh mungil Clara ditemukan dan diangkat dari air.
Namun, segalanya sudah terlambat. Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Petugas medis yang datang terpaksa menyatakan Clara meninggal di tempat. Luka-luka parah, terutama di bagian leher, menjadi bukti mengerikan. Diduga kuat, itu adalah hasil gigitan ikan piranha yang ganas.
Jenazahnya kemudian dibawa ke Institut Kedokteran Forensik untuk autopsi. Sementara itu, polisi setempat telah membuka penyelidikan untuk mengusut tuntas tragedi ini.
Artikel Terkait
Agrinas Klaim Hemat Rp46,5 Triliun dari Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Operasional Koperasi
Dirut Agrinas Bantah Langgar Aturan TKDN di Tengah Rencana Impor Mobil India
Bank Woori Saudara Genjot Pertumbuhan Bisnis Lewat Strategi Kemitraan
China Larang Ekspor ke 20 Perusahaan Jepang, Sebut Ancaman Keamanan Nasional