Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Jalan Terputus di Aceh dan Sumut Mulai Dibuka

- Jumat, 09 Januari 2026 | 09:40 WIB
Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Jalan Terputus di Aceh dan Sumut Mulai Dibuka

Upaya ini bukan hal baru. Sebenarnya, pemulihan pascabencana di Aceh sudah berjalan sejak akhir November tahun lalu. Lebih dari seratus personel dikerahkan untuk menangani berbagai sektor, mulai dari sumber daya air, bina marga, hingga fasilitas dasar masyarakat.

Dukungan juga mengalir ke ruas Gayo Lues–Blangkejeren. Belasan unit excavator dan wheel loader bekerja siang malam memperbaiki badan jalan. Wilayah-wilayah seperti Lawe Alas, Natam, Ketambe, dan Kampung Simpur tak ketinggalan. Di sana, pekerjaan mencakup perbaikan jalan akses dan pembangunan tanggul sungai untuk mengamankan jalur dari ancaman banjir berikutnya.

Pada koridor Gayo Lues–Kutacane, perhatian tertuju pada Jembatan Lawe Penanggalan dan Jembatan Mengkudu I. Pekerjaan di sana cukup kompleks, meliputi pengalihan aliran sungai, pembuatan tanggul, pemindahan jalan akses sementara, hingga perbaikan jalan yang terkikis erosi.

Tak hanya jalan. Rehabilitasi instalasi pengolahan air (IPA) juga digarap. Tujuannya jelas, memulihkan layanan air bersih bagi warga yang sangat membutuhkan.

Di Aceh Tamiang, percepatan pemulihan dilakukan di sejumlah titik seperti Karang Baru, Kuala Simpang, hingga Desa Lintang Kuala. Lebih dari sepuluh unit alat berat excavator, motor grader, dump truck beroperasi di sana.

Pemerintah berharap, semua upaya percepatan ini bisa membawa dampak nyata. Pemulihan akses jalan dan jembatan diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial ekonomi masyarakat. Terutama bagi mereka di wilayah terpencil yang hidupnya sangat bergantung pada jalur darat untuk perdagangan, anak-anak sekolah, dan layanan kesehatan.

Kerja masih panjang. Tapi setidaknya, langkah pertama untuk kembali beraktivitas sudah dimulai.


Halaman:

Komentar