Wakil Bupati Badung Tinjau Banjir di Legian, Normalisasi Sungai Jadi Solusi Jangka Panjang

- Selasa, 24 Februari 2026 | 18:05 WIB
Wakil Bupati Badung Tinjau Banjir di Legian, Normalisasi Sungai Jadi Solusi Jangka Panjang

Hujan deras mengguyur kawasan Legian dan Seminyak sejak dini hari. Akibatnya, beberapa ruas jalan utama seperti Dewi Sri dan Kunti terendam banjir yang cukup parah. Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta langsung turun ke lokasi untuk melihat sendiri situasinya.

Menurutnya, ada dua faktor utama yang jadi biang kerok. Pertama, curah hujan yang sangat tinggi. Kedua, kondisi alamiah daerah tersebut yang memang rendah. "Masalahnya, daerah sini kan rendah," ujar Gus Bota, sapaan akrabnya.

"Lalu pas kita mau buang air ke Tukad Mati, sungainya sendiri sedang tinggi-tingginya. Jadinya, air yang dibuang malah berbalik lagi ke permukiman warga," lanjutnya menerangkan.

Di sisi lain, proses evakuasi berjalan cukup lancar. Tim gabungan dari BPBD, Tagana, sampai aparat kecamatan dikerahkan untuk membantu warga dan wisatawan yang terdampak, terutama di sejumlah vila sekitar.

"Laporannya dari Bu Lurah, evakuasi sudah berjalan cepat dan kondusif. Saya cek juga ke beberapa vila, genangannya sudah mulai hilang," jelas mantan anggota DPRD Bali itu. Meski sempat membuat khawatir, kondisi kini dilaporkan sudah lebih terkendali dan air perlahan surut.

Lalu, apa solusi jangka panjangnya? Pemerintah Kabupaten Badung berencana menormalisasi sungai untuk meningkatkan daya tampungnya. Tak hanya itu, proyek drainase dengan box culvert raksasa ukurannya sampai 2 meter akan segera dipasang di titik-titik rawan.

Beberapa lokasi yang diprioritaskan antara lain Jalan Dewi Sri IV, Pandawa, dan Campuhan. "Harapannya, dalam beberapa bulan ke depan ini sudah terpasang," kata Bagus Alit.

Dengan upaya percepatan itu, ia berharap kejadian serupa bisa diminimalisir tahun depan. "Intinya, kami ingin drainase bekerja lebih cepat. Jadi kalau ada debit air tinggi lagi, air bisa cepat diserap atau dialirkan ke Tukad Mati," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar