Surabaya berhasil masuk dalam daftar 24 kota pemenang Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge. Kompetisi global ini memang terkenal sebagai ajang pencarian ide-ide segar dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas hidup warganya. Prestasi ini tentu bukan hal kecil.
Bagi Wali Kota Eri Cahyadi, momen ini penting. Kota Pahlawan bisa memanfaatkannya untuk memperkuat layanan dasar sekaligus menghadirkan solusi inovatif yang dampaknya luas dan berkelanjutan. Pada penyelenggaraan keenam ini, penilaian juri berfokus pada kebaruan gagasan, potensi dampak, dan yang tak kalah penting, kesiapan eksekusi di lapangan.
"Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya harus memberi teladan," ujar Eri dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
"Kami akan memperluas penggunaan popok dan pembalut pakai ulang buatan lokal. Ini bukan cuma soal ekonomi sirkular, tapi juga pemberdayaan perempuan dan keluarga. Kami bekerja sama dengan warga, tenaga kesehatan, rumah sakit, sekolah, kampus, ritel, hingga LSM dan pihak swasta. Tujuannya jelas: mengurangi sampah popok sekali pakai yang merusak Sungai Brantas, menciptakan lapangan kerja yang layak, dan tentu saja, menjamin masa depan lebih sehat untuk anak-anak kita."
Sebagai pemenang, Surabaya bakal menerima suntikan dana sebesar USD 1 juta. Tak cuma uang, ada juga dukungan operasional dan pembiayaan untuk staf khusus yang bertugas mengembangkan inovasi yang sudah diuji coba. Inti programnya adalah mengajak rumah tangga dan berbagai institusi beralih ke produk pakai ulang lokal, menggantikan popok dan pembalut sekali pakai. Selain tekan kebocoran sampah plastik ke sungai, langkah ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi sirkular dan membuka peluang kerja di tingkat akar rumput.
Eri menambahkan, Surabaya adalah satu dari 24 pemerintah kota dari 20 negara yang dihargai atas gagasan terobosannya dalam meningkatkan layanan dasar.
Di sisi lain, pendiri Bloomberg Philanthropies, Michael R. Bloomberg, juga angkat bicara. Mantan Wali Kota New York itu menyebut 24 kota pemenang berasal dari 20 negara dan melayani lebih dari 35 juta jiwa. Menurutnya, peran pemerintah kota sekarang kian krusial untuk menjawab tantangan layanan publik yang makin kompleks.
"Balai kota yang efektif adalah yang berani, kreatif, dan proaktif memecahkan masalah warga," jelas Michael.
"Mayors Challenge kami buat untuk membantu lebih banyak kota meraih kesuksesan. Kami tak sabar mendukung 24 pemenang tahun ini mewujudkan proyek inovatif mereka, dan berharap ide-ide brilian ini bisa menular ke kota lain di seluruh dunia."
Kompetisi edisi 2025-2026 ini sendiri diluncurkan Oktober 2024 lalu di forum Bloomberg CityLab di Mexico City. Antusiasme peserta ternyata tinggi sekali. Lebih dari 630 kota dari berbagai penjuru dunia mendaftar. Dari sana, terpilih 50 finalis yang mengembangkan prototipe inovasi. Proses seleksi akhirnya menyisakan 24 pemenang, dipilih berdasarkan kebaruan ide, potensi dampak, dan kekuatan rencana implementasi.
Kota-kota pemenangnya tersebar dari berbagai benua: As-Salt (Yordania), Barcelona (Spanyol), Beira (Mozambik), Belfast (Inggris), Benin City (Nigeria), Boise (AS), Budapest (Hungaria), Cape Town (Afrika Selatan), Cartagena (Kolombia), Fez (Maroko), Fukuoka (Jepang), Ghaziabad (India), Ghent (Belgia), Kanifing (Gambia), Lafayette (AS), MedellĂn (Kolombia), Netanya (Israel), Pasig (Filipina), Rio de Janeiro (Brasil), South Bend (AS), Surabaya (Indonesia), Toronto (Kanada), Turku (Finlandia), dan Visakhapatnam (India).
Sebelum pengumuman pemenang, pada Juli 2025, sekitar 200 pejabat dari 50 kota finalis termasuk perwakilan Surabaya bertemu di Ideas Camp yang diadakan Bloomberg di Bogotá. Forum itu jadi ruang kolaborasi untuk menyempurnakan konsep bersama para ahli. Sebagai finalis, Surabaya sebelumnya telah menerima hibah awal USD 50.000 plus pendampingan teknis untuk menguji dan mematangkan gagasannya di tingkat lokal.
Artikel Terkait
Advokat Ditikam Debt Collector di Tangerang, Polisi Buru Pelaku
Polri Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 770 Ekstasi Hasil Pengungkapan Jaringan Internasional di Sumsel
Tes Urine Dadakan di Polres Metro Jakbar, 77 Personel Dinyatakan Negatif Narkoba
Importir BUMN Siap Patuhi Keputusan Pemerintah Soal Wacana Penundaan Impor Pickup India