Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Jalan Terputus di Aceh dan Sumut Mulai Dibuka

- Jumat, 09 Januari 2026 | 09:40 WIB
Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Jalan Terputus di Aceh dan Sumut Mulai Dibuka

Puluhan alat berat dikerahkan di Aceh dan Sumatera. Tujuannya satu: membuka kembali jalan-jalan yang terputus. Akses itu vital, menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain setelah longsor dan banjir bandang menerjang. Kementerian PU bersama PT Hutama Karya memang sedang berupaya keras memulihkan konektivitas yang rusak itu.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar adalah prioritas utama saat ini. Tanpa jalan dan jembatan yang layak, mobilitas warga bakal lumpuh. Distribusi kebutuhan pokok pun terhambat.

"Kami memprioritaskan normalisasi sungai, pengamanan tanggul, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak," ujar Dody dalam keterangannya, Kamis lalu.

Ia menambahkan, infrastruktur sumber daya air harus segera berfungsi lagi. Dengan begitu, aktivitas warga bisa pulih dan risiko bencana susulan bisa ditekan.

Di lapangan, kerja darurat berlangsung di banyak titik strategis. Ambil contoh di Pidie Jaya, di mana excavator dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan. Sementara itu, di Takengon, penanganan Jembatan Krueng Pelang diperkuat dengan pemasangan Jembatan Bailey sementara. Crane, wheel loader, dan dump truck pun disiagakan.

Menurut sejumlah saksi, kondisi di beberapa lokasi memang masih rawan. Tanah labil dan aliran sungai yang belum stabil jadi tantangan tersendiri bagi para pekerja.

Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, mengakui hal itu. Ia mengatakan, penanganan darurat memang difokuskan pada pembukaan akses yang aman dan bisa dilalui kendaraan.

"Mobilisasi alat dan metode kerja diarahkan agar hasilnya cepat, tetapi tetap mempertimbangkan faktor keselamatan dan keandalan infrastruktur," jelasnya.


Halaman:

Komentar