Menurut cerita, terjadinya dusun Kedung Areng tersebut sebagai berikut.
Baca Juga: Cerita Rakyat NTB, Legenda Embung Puntiq, Makam Keramat Tanpa Jenazah di Selong Semoyong
Konon dahulu kala ada seorang pemuda memperisteri seorang gadis.
Pemuda itu berasal dari daerah Wiraka, yang daerahnya meliputi daerah Tirtamava, Nguntaranadi. Wuryautara dan Baturetna.
Telah menjadi tradisi pada waktu itu, bahwa pada waktu 'sepasaran' (Iima hari setelah perkawinan) kedua pengantin itu 'sowan' ngabekti ke rumah mertua.
Baca Juga: Sendang Sinangka, Tempat Spiritual di Klaten, Ada Dua Sendang di Lokasi yang Sama, Bagian 23
Perjalanan kedua pengantin itu harus menyeberangi sebuah sungal.
Pada waktu menyeberangi sungal, pengantin laki-laki menyeberang lebih dahulu, barulah si isteri mengikutinya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusantara62.com
Artikel Terkait
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur
Duel Sengit di Indonesia Arena: Garuda Hadang Singa Mesopotamia untuk Puncak Grup