Suasana haru dan hangat mewarnai pernikahan Sekretaris Pribadi (Sekpri) Presiden Prabowo Subianto, Agung Surahman, dengan Aulia Mahardiana Warsitoarti di TMII, Minggu (18/1) lalu. Yang bikin acara ini istimewa, dua orang pemimpin negeri ini hadir langsung sebagai saksi. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sama-sama menyempatkan diri hadir, bahkan sempat terlibat obrolan akrab di sela-sela acara.
Gedung Sasono Utomo di Taman Mini Indonesia Indah jadi saksi bisu perhelatan itu. Prabowo tampil rapi dengan setelan jas hitam, sementara Jokowi memilih jas biru tua. Mereka duduk di antara tamu undangan lainnya, mengikuti jalannya prosesi dengan khidmat. Ijab kabul sendiri dilangsungkan tepat pukul 10.55 WIB.
Nah, di sinilah momen yang bikin banyak orang terperangah. Saat bertindak sebagai saksi untuk Agung, Prabowo Subianto tak kuasa menahan haru. Usai menyatakan kata 'sah', ia terlihat jelas meneteskan air mata. Dengan cepat, ia meraih selembar tisu di hadapannya dan mengusap pelan kedua matanya. Sebuah pemandangan yang jarang terlihat dari sosoknya.
Di sisi lain, Jokowi hadir sebagai saksi dari pihak mempelai perempuan, Aulia. Setelah prosesi selesai, kedua tokoh itu kemudian menempati kursi yang telah disiapkan. Mereka duduk bersebelahan.
Dan di kursi itulah, percakapan terjadi. Prabowo dan Jokowi tampak asyik berbincang. Ekspresi mereka santai, obrolan mengalir hangat. Meski tak terdengar apa yang dibicarakan, suasana keakraban di antara keduanya terpancar jelas. Acara pun berlanjut dengan masuknya mempelai wanita ke ruangan, disambut para tamu yang hadir di antaranya sejumlah tokoh dan pejabat negara.
Pada akhirnya, di balik gemerlap acara pernikahan, publik menyaksikan sebuah fragmen humanis. Bukan sekadar dua presiden yang hadir, tapi dua sahabat yang berbagi kebahagiaan dan mungkin, kenangan.
Artikel Terkait
Perjuangan Orang Tua Antar Anak Ikut UTBK, Pedagang Mi Ayam Tempuh Perjalanan Jauh Demi Pendidikan
Ribuan Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Marunda untuk Cegah Abrasi dan Mitigasi Iklim
263 Napi High Risk dari Enam Daerah Dipindahkan ke Nusakambangan untuk Pembinaan Maksimum
Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Baru Korupsi Batu Bara Ilegal PT AKT, Termasuk Kepala KSOP Rangga Ilung