Ia memaparkan, ada penambahan satu korban dari Tapanuli Tengah yang membuat total korban bertambah dari sebelumnya 1.177 jiwa.
“Per hari ini, masih ada tambahan korban jiwa di Tapanuli Tengah satu jiwa sehingga total korban per hari ini 1.178 jiwa,” katanya.
Gambaran dampak bencana ini makin jelas jika melihat jumlah pengungsinya. Lebih dari 242 ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sebagian besar, tepatnya 217.782 jiwa, adalah warga Aceh yang rumahnya hancur atau terendam.
“Aceh Tamiang 74.735 jiwa, Aceh Utara 67.876, Gayo Lues 19.906,” sebut Abdul Muhari merinci. “Pengungsi ini terus turun seiring dengan peningkatan hasil pencarian dan pertolongan. Jumlah korban hilang makin berkurang,” harapnya.
Operasi pencarian sendiri masih terus digenjot. Target evaluasi ditetapkan pada 8 Januari mendatang. Sembari mencari, proses pemulihan awal perlahan mulai digarap. Di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, perbaikan fasilitas-fasilitas penting sudah dimulai.
“Artinya proses-proses yang kita lakukan di fase awal recovery dan pemulihan sudah mulai dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat, Sumatera Utara,” pungkas Abdul Muhari. “Dan diharapkan di Aceh akan segera menyusul.”
Artikel Terkait
Suzuki e Vitara Siap Meluncur, Garapan Listrik Pertama di Indonesia
Waspada Guyuran Siang Ini, Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Sedang
Masjid Negara IKN Ditargetkan Siap Sambut Ramadan 1447 H
Prasetyo Hadi Tegaskan Anggaran Rp60 Triliun untuk Pascabencana Bukan Anggaran Mati