Senin depan, kehidupan di sejumlah madrasah di Aceh pelan-pelan akan kembali berdenyut. Setelah diterjang banjir, ratusan sekolah agama itu bersiap menggelar pembelajaran tatap muka lagi. Kabar baik ini datang dari Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat.
Khairul Azhar, yang mengepalai Bidang Pendidikan Madrasah sekaligus memimpin Tim Tanggap Darurat, menyebut semangat untuk bangkit itu sangat kuat. Dari 500 madrasah yang terdampak, sebanyak 437 di antaranya sudah dinyatakan siap untuk kembali menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.
Ucap Khairul, Minggu (4/1/2026).
Namun begitu, ceritanya belum sepenuhnya berakhir. Masih ada 63 madrasah lain yang belum bisa beroperasi. Mereka tersebar di beberapa kabupaten, dengan Aceh Utara dan Aceh Tamiang jadi wilayah dengan jumlah tertinggi.
Kalau dirinci, Aceh Utara punya 19 madrasah yang belum siap, disusul Aceh Tamiang dengan 17 madrasah, dan Aceh Tengah ada 14. Wilayah lain seperti Pidie Jaya masih ada 7, Bireuen 4, dan Bener Meriah 2 madrasah yang belum bisa beraktivitas.
Artikel Terkait
Pegadaian dan SMBC Jepang Jalin Kerja Sama Pendanaan untuk Ultra Mikro dan UMKM
KainIndonesia.co Sulap Wastra Nusantara Jadi Fesyen Modern, Didukung LinkUMKM BRI
Kejati DKI Geledah Kantor KemenPU, Menteri Dody Buka Akses Penuh
Mediasi Kasus Pandji Pragiwaksono Berjalan Santai dan Sejuk di Polda Metro Jaya