Iran Tegaskan Sikap: Militer Siap Hadapi Ancaman Asing di Tengah Gelombang Protes

- Rabu, 07 Januari 2026 | 17:20 WIB
Iran Tegaskan Sikap: Militer Siap Hadapi Ancaman Asing di Tengah Gelombang Protes

Suasana di Teheran tegang. Di tengah gelombang protes yang meluas, panglima militer Iran mengeluarkan peringatan keras pada Rabu (7/1/2026). Intinya jelas: mereka tak akan diam saja menghadapi ancaman dari luar.

Peringatan itu muncul sebagai respons langsung terhadap dukungan terbuka dari Amerika Serikat dan Israel untuk aksi-aksi unjuk rasa anti-pemerintah yang mengguncang negara itu.

Jenderal Amir Hatami bersuara lantang. Melalui kantor berita Fars, dia menyampaikan pesan yang tegas.

"Republik Islam Iran menganggap peningkatan retorika permusuhan terhadap bangsa Iran sebagai ancaman. Dan kami tak akan mentolerir kelanjutannya tanpa memberikan respons," ujarnya, seperti dilaporkan AFP.

Retorika dari dua sekutu itu memang kian panas. Presiden AS Donald Trump, dalam beberapa hari terakhir, tak segan mengancam akan turun tangan jika ada demonstran yang terbunuh. Sementara dari Jerusalem, PM Israel Benjamin Netanyahu terang-terangan menyatakan solidaritasnya untuk para pengunjuk rasa.

Di sisi lain, situasi di dalam negeri kian memanas. Laporan terbaru dari jejaring pegiat HAM, Human Rights Activists News Agency (HRANA), menyebut angka korban tewas akibat kekerasan terkait protes telah meningkat. Setidaknya 35 orang meninggal dunia pada Selasa (6/1) waktu setempat.

Angka itu mencakup 29 pengunjuk rasa, empat anak-anak, dan dua anggota pasukan keamanan. Lebih dari 1.200 orang lainnya ditahan. Gelombang ketidakpuasan ini ternyata sangat luas, menjangkau lebih dari 250 kota, desa, dan lokasi lain di 27 provinsi. Hampir seluruh negeri.

Data dari HRANA, yang didirikan oleh pelarian Iran dan dilansir media DW, dianggap cukup akurat. Jejaring aktivis mereka di dalam negeri dikenal punya rekam jejak yang bisa dipercaya dalam melaporkan kerusuhan sebelumnya.

Jadi, situasinya rumit. Peringatan militer ke luar negeri beriringan dengan usaha meredam gejolak dari dalam. Semuanya terjadi dalam waktu yang bersamaan, menciptakan tekanan dari dua front yang berbeda.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar