Suasana di Teheran tegang. Di tengah gelombang protes yang meluas, panglima militer Iran mengeluarkan peringatan keras pada Rabu (7/1/2026). Intinya jelas: mereka tak akan diam saja menghadapi ancaman dari luar.
Peringatan itu muncul sebagai respons langsung terhadap dukungan terbuka dari Amerika Serikat dan Israel untuk aksi-aksi unjuk rasa anti-pemerintah yang mengguncang negara itu.
Jenderal Amir Hatami bersuara lantang. Melalui kantor berita Fars, dia menyampaikan pesan yang tegas.
Retorika dari dua sekutu itu memang kian panas. Presiden AS Donald Trump, dalam beberapa hari terakhir, tak segan mengancam akan turun tangan jika ada demonstran yang terbunuh. Sementara dari Jerusalem, PM Israel Benjamin Netanyahu terang-terangan menyatakan solidaritasnya untuk para pengunjuk rasa.
Artikel Terkait
Panglima TNI Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Atlet Prajurit SEA Games
Saatnya Berpamitan, Kapolres Serang Lama Serahkan Estafet dengan Ngariung
Tiga WNI Terjebak di Pulau Socotra Usai Serangan Udara Saudi
Bonus Rp 3,4 Miliar Jadi Kado Ultah Kejutan Martina dari Presiden