Kabar soal penerimaan pajak yang kurang dari target sempat bikin was-was. Tapi, pemerintah lewat Kementerian Keuangan memastikan satu hal: defisit APBN 2025 bakal tetap dijaga di bawah batas aman 3 persen. Meski ada kekurangan di sisi pendapatan, aturan main soal defisit nggak akan dilanggar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui, angkanya mungkin bakal naik sedikit dari perkiraan sebelumnya. Namun begitu, batas hukum tetap jadi pagu utama.
"Mungkin (defisit APBN) akan bergerak sedikit ke atas. Tapi yang jelas, kami amankan tidak melanggar undang-undang,"
Pernyataan itu disampaikan Purbaya pada Minggu, 4 Januari 2026 lalu. Menurutnya, koreksi proyeksi defisit dari 2,53 persen menjadi 2,78 persen terhadap PDB ini tak lepas dari perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun 2025. Ya, kondisi global yang kurang bersahabat akhirnya berdampak juga.
Di sisi lain, Purbaya yang pernah menjabat Ketua LPS itu meyakini defisit ke depan akan makin terkendali. Optimisme ini muncul setelah pemerintah menjalankan serangkaian langkah strategis untuk memulihkan kinerja ekonomi. Dia bilang, begitu ekonomi membaik, kesehatan anggaran negara juga akan ikut terdongkrak.
Dan ini kabar baik buat para investor. Purbaya mengaitkan perbaikan fiskal dengan prospek cerah di pasar modal.
"Dan yang penting ekonomi makin bergerak, keuntungan perusahaan juga makin baik. Otomatis nanti akan diterjemahkan kepada harga saham yang lebih tinggi,"
Lalu, bagaimana realisasinya hingga saat ini? Data per 30 November 2025 menunjukkan defisit APBN berada di angka Rp560,3 triliun, atau setara 2,35 persen dari PDB. Rinciannya, Pendapatan Negara tercatat Rp2.351,5 triliun, sementara Belanja Negara mencapai Rp2.911,8 triliun. Angka belanja ini sedikit lebih tinggi, tapi masih dalam koridor yang diharapkan.
Jadi, meski ada tantangan, pemerintah merasa masih punya cukup ruang untuk bernapas. Target di bawah 3 persen itu tetap jadi patokan, setidaknya untuk tahun depan.
Artikel Terkait
AS Cabut Keringanan Sanksi Minyak untuk Iran dan Rusia
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Sebut Ketahanan Fiskal RI Kuat
Indonesia Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Andalkan Cadangan Fiskal Rp420 Triliun
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penipuan Online Lintas Negara, Rugikan Korban Puluhan Miliar