Ia pun memberi contoh konkret. Ambil saja sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan. Mereka bisa dikerahkan untuk mengevaluasi sistem transportasi di daerah bencana mulai dari bandara, pelabuhan besar, hingga pelabuhan-pelabuhan kecil yang sering luput dari perhatian.
“Kemudian dari ada sekolahnya KKP untuk menangani daerah-daerah pesisir yang ada nelayan terdampak,” sambungnya.
Gagasan Presiden ini mendapat apresiasi. Bahkan, kata Tito, Prabowo membuka peluang penugasan yang lebih lama jika situasi di lapangan memang membutuhkan. Untuk para praja IPDN yang berangkat saat ini, misi mereka jelas: tak cuma kerja bakti membersihkan puing.
Tugas utama mereka adalah menghidupkan kembali denyut pemerintahan dan pelayanan publik di tempat-tempat yang terdampak. Itu intinya.
Dengan begitu, langkah ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan. Sekaligus menjadi ujian sekaligus pembelajaran paling berharga bagi calon-calon abdi negara tersebut.
Artikel Terkait
BWS Genjot Tabungan Premium, Sasar Nasabah yang Tak Cuma Cari Bunga
Nvidia CEO Jensen Huang: Robot AI Adalah Imigran yang Akan Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Anrez Adelio Terancam 12 Tahun Penjara Usai Dugaan Paksaan Seksual dan Desak Gugurkan Kandungan
Menteri Amran Ungkap Tekanan hingga Sakit-sakitan di Balik Target Swasembada Pangan