Ia pun memberi contoh konkret. Ambil saja sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan. Mereka bisa dikerahkan untuk mengevaluasi sistem transportasi di daerah bencana mulai dari bandara, pelabuhan besar, hingga pelabuhan-pelabuhan kecil yang sering luput dari perhatian.
“Kemudian dari ada sekolahnya KKP untuk menangani daerah-daerah pesisir yang ada nelayan terdampak,” sambungnya.
Gagasan Presiden ini mendapat apresiasi. Bahkan, kata Tito, Prabowo membuka peluang penugasan yang lebih lama jika situasi di lapangan memang membutuhkan. Untuk para praja IPDN yang berangkat saat ini, misi mereka jelas: tak cuma kerja bakti membersihkan puing.
Tugas utama mereka adalah menghidupkan kembali denyut pemerintahan dan pelayanan publik di tempat-tempat yang terdampak. Itu intinya.
Dengan begitu, langkah ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan. Sekaligus menjadi ujian sekaligus pembelajaran paling berharga bagi calon-calon abdi negara tersebut.
Artikel Terkait
Indonesia dan Arm Jalin Kerja Sama Strategis untuk Kuasai Teknologi Desain Chip
Menhub Proyeksikan Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 18 Maret, Andalkan WFA untuk Sebaran Arus
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Denpasar, Evakuasi Warga dan Wisatawan Berlangsung