Ia pun memberi contoh konkret. Ambil saja sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan. Mereka bisa dikerahkan untuk mengevaluasi sistem transportasi di daerah bencana mulai dari bandara, pelabuhan besar, hingga pelabuhan-pelabuhan kecil yang sering luput dari perhatian.
“Kemudian dari ada sekolahnya KKP untuk menangani daerah-daerah pesisir yang ada nelayan terdampak,” sambungnya.
Gagasan Presiden ini mendapat apresiasi. Bahkan, kata Tito, Prabowo membuka peluang penugasan yang lebih lama jika situasi di lapangan memang membutuhkan. Untuk para praja IPDN yang berangkat saat ini, misi mereka jelas: tak cuma kerja bakti membersihkan puing.
Tugas utama mereka adalah menghidupkan kembali denyut pemerintahan dan pelayanan publik di tempat-tempat yang terdampak. Itu intinya.
Dengan begitu, langkah ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan. Sekaligus menjadi ujian sekaligus pembelajaran paling berharga bagi calon-calon abdi negara tersebut.
Artikel Terkait
Seratus Personel Gabungan Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru