Sabtu pagi (3/1/2026) diawali dengan kejutan besar dari Donald Trump. Lewat unggahan di Truth Social, platform media sosial miliknya, mantan Presiden AS itu mengklaim telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Kabar ini langsung mengguncang pemberitaan internasional.
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya," tulis Trump, singkat namun penuh makna.
Menurut laporan CBS News, Trump menyebut aparat keamanan AS berhasil membawa Maduro dan sang istri keluar dari Venezuela. Namun begitu, detail operasi itu masih gelap. Trump sama sekali tidak membeberkan bagaimana penangkapan dilakukan atau lembaga mana saja yang terlibat dalam misi tersebut. Dia hanya berjanji akan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam sebuah konferensi pers pada Sabtu siang waktu AS.
Latar belakangnya, Maduro sendiri sebenarnya sudah lama menjadi target Washington. Sejak 2020, dia telah didakwa oleh pengadilan AS dengan tuduhan terlibat dalam terorisme dan perdagangan narkoba. Dakwaan inilah yang kerap dijadikan dalih oleh pemerintahan Trump sebelumnya.
Operasi yang diklaim Trump ini rupanya didahului oleh aksi militer yang signifikan. Menjelang subuh waktu setempat, serangan udara dilancarkan ke ibu kota Caracas dan beberapa wilayah Venezuela lainnya. Pemerintah Venezuela sendiri melaporkan bahwa sasaran serangan mencakup infrastruktur sipil dan militer di Caracas, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Di sisi lain, tekanan terhadap Venezuela bukanlah hal baru. Armada laut AS disebut-sebut telah mengepung negara itu sejak akhir tahun lalu. Alasan resminya, untuk memberantas penyelundupan narkoba dan minyak yang terkena sanksi internasional. Tapi banyak yang melihat ini sebagai bagian dari tekanan politik yang berlarut-larut.
Trump bahkan pernah mengancam akan melancarkan invasi darat. Dia juga tak henti-hentinya mendesak Maduro untuk segera meletakkan jabatannya. Kini, dengan klaim penangkapan yang dramatis ini, ketegangan di kawasan Amerika Latin dipastikan akan memanas. Kita tunggu saja konferensi persnya nanti.
Artikel Terkait
Bareskrim Uji Kualitas Emas Sitaan Rp25,8 Triliun dari Tambang Ilegal
KIP Perintahkan BKN Buka Dokumen Hasil TWK KPK untuk Dua Mantan Pegawai
Kadin Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pikap India Ancam Industri Otomotif Lokal
Kemnaker Jatuhkan Denda Rp4,48 Miliar ke 12 Perusahaan Pelanggar Aturan TKA