Riyadh - Arab Saudi memberikan respons positif atas ajakan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi. Intinya, mereka setuju untuk menggelar dialog guna mencari solusi adil bagi konflik yang berkecamuk di Yaman selatan. Tak cuma itu, Saudi juga mendorong semua kelompok di sana untuk ikut serta dalam upaya perdamaian ini.
Permintaan itu datang langsung dari al-Alimi. Menurutnya, dialog dalam bingkai solusi politik yang komprehensif adalah satu-satunya jalan keluar. Pernyataan ini kemudian dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Saudi lewat sebuah postingan di akun X resmi mereka.
"Dengan membangun hubungan erat antara kedua negara bersaudara dan apa yang dibutuhkan oleh kepentingan bersama dalam keadaan saat ini," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Di sisi lain, Riyadh tampaknya tak ingin setengah-setengah. Mereka mendesak semua faksi di selatan untuk benar-benar aktif dalam konferensi yang akan datang. Tujuannya jelas: merumuskan kerangka kerja dan solusi yang adil untuk membahas segala persoalan di wilayah itu.
Latar belakangnya memang rumit. Konflik di Yaman, khususnya di selatan, mengalami eskalasi tajam sejak Selasa lalu. Pemicunya adalah aksi pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) yang mengambil alih kendali atas dua provinsi kunci: Hadhramaut dan Al-Mahra. Aksi itu terjadi awal Desember.
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026 Siap Pecahkan Rekor: Rp 830 Miliar Menanti Sang Juara
Kudeta di Caracas: Maduro Diborgol dan Diterbangkan ke New York
Mees Hilgers Siap Tinggalkan FC Twente, Kontrak Tak Diperpanjang
Vietnam Pacu Proyek Kereta Cepat Rp1.100 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi