MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia akan menyediakan beras dari Perum Bulog untuk konsumsi seluruh jamaah haji asal Indonesia yang berangkat pada musim haji 2026. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dalam sebuah rapat koordinasi di Arab Saudi, Selasa (17 Februari 2026). Sekitar 215 ribu jamaah yang menjalankan ibadah di Mekkah dan Madinah akan merasakan beras produksi dalam negeri selama di tanah suci.
Dukungan Penuh dari Kementerian Haji dan Umrah
Rapat koordinasi yang digelar di Mess Haji Mekkah tersebut menghasilkan komitmen kuat dari Kementerian Haji dan Umrah. Irfan Yusuf menyatakan dukungan penuhnya terhadap program pemanfaatan Beras Bulog untuk jamaah haji Indonesia tahun depan. Langkah ini bukan sekadar kebijakan logistik, tetapi juga bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik dengan produk lokal.
“Kementerian Haji dan Umrah mendukung penuh terkait program ini, untuk itu kami mewajibkan seluruh dapur di Madinah dan Mekkah yang melayani jemaah haji Indonesia sebanyak kurang lebih 215 ribu orang untuk menggunakan Beras Bulog,” tegas Mochamad Irfan.
Momentum Strategis untuk Produk Nasional
Dukungan tersebut disambut positif oleh pimpinan Perum Bulog. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melihat ini sebagai peluang strategis. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah untuk menyuplai beras ke tanah suci merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas produk pangan nasional di kancah global.
“Ini adalah langkah nyata dalam menghadirkan kualitas pangan terbaik bagi jemaah haji Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa beras produksi dalam negeri mampu memenuhi standar internasional,” ungkap Ahmad Rizal.
Implementasi dan Tindak Lanjut
Menyusul pengumuman kebijakan ini, Perum Bulog telah bersiap untuk menjalankan tugasnya. Ahmad Rizal menegaskan bahwa institusinya akan segera bergerak untuk memastikan seluruh proses persiapan, pengiriman, dan distribusi beras berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Persiapan yang matang diperlukan mengingat kompleksitas dan skala operasi yang melibatkan ratusan ribu jamaah di dua kota suci.
Dengan kebijakan ini, jamaah haji Indonesia tidak hanya akan menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, tetapi juga turut merasakan kebanggaan akan produk unggulan tanah air yang dihadirkan langsung di tengah perjalanan spiritual mereka.
Artikel Terkait
Mentan Pastikan Stok Pangan di Wilayah Pascabencana Sumatera Aman Tiga Bulan ke Depan
Menag: 97% Rumah Ibadah dan 84% Madrasah di Daerah Banjir Sumatera Sudah Berfungsi Kembali
Persib Hadapi Misi Mustahil Balikkan Kekalahan 0-3 dari Ratchaburi di GBLA
Sandy Walsh Ingatkan Buriram United Tak Berpuas Diri Usai Lolos ke 16 Besar AFC Champions League Elite