“Kami lihat bagaimana pembalap, engineer, dan mekanik kami tumbuh lewat kolaborasi ini. Mereka mulai percaya diri dan berani menantang batas,” kata Toyoda.
“Motorsport bagi Toyota adalah ruang belajar. Formula 1 adalah panggung tertinggi. Lewat Haas, kami ingin ciptakan lingkungan di mana generasi baru bisa berkembang dan bersaing di level dunia,” sambungnya.
SDM dan Teknologi Jadi Prioritas
Kerja sama teknis sebenarnya sudah dirintis sejak 2024. Salah satu wujud nyatanya adalah program Testing of Previous Car (TPC), yang memberi kesempatan langka bagi bibit-bibit muda Toyota untuk mencicipi mobil F1 generasi sebelumnya.
Nama-nama seperti Ryō Hirakawa dan Ritomo Miyata sudah merasakannya. Bahkan mantan pembalap F1 Kamui Kobayashi turut terlibat. Mereka semua telah menjalani tes di beberapa sirkuit Eropa.
Tak cuma itu. Toyota juga mendukung pengembangan fasilitas Haas, termasuk simulator baru yang sedang dibangun di markas mereka di Banbury, Inggris. Rencananya, simulator itu bakal beroperasi penuh pada musim 2026.
Mesin Ferrari? Masih Dipakai
Lantas, bagaimana dengan mesin? Meski Toyota jadi sponsor utama, Haas memastikan hubungan teknis mereka dengan Ferrari tidak putus. Pasokan mesin dan komponen penting dari Maranello itu akan tetap mengalir, seperti yang sudah terjadi sejak debut Haas di 2016.
Soal penampilan, "livery" resmi TGR Haas F1 Team rencananya akan diungkap ke publik secara daring pada 23 Januari 2026. Tak lama setelah itu, mobil langsung diuji privat di Circuit de Barcelona-Catalunya menjelang musim baru bergulir.
Artikel Terkait
Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta Akhirnya Akan Dibongkar Awal 2026
Restorative Justice di KUHAP Baru: Lima Jenis Pidana Ini Tak Bisa Dimaafkan
KUHAP Baru Berjalan, Aturan Turunan Soal Hukuman Mati dan BAP AI Masih Digodok
Gubernur DKI Dorong Bank Jakarta Segera IPO di Tengah Peluncuran Kartu Debit Global