"Ke depan dilakukan monitoring guna menjaga keberlanjutan kegiatan usahanya," lanjutnya.
Kerugiannya memang fantastis. Di Sumatera Utara saja, angka kerugian yang tercatat membengkak hingga Rp37,72 miliar. Belum lagi kerugian yang dialami sembilan koperasi mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) di Aceh dan Sumut, yang mencapai Rp20,66 miliar. Angka-angka itu menggambarkan betapa berat pukulan yang diterima.
Namun begitu, Ferry memastikan bahwa upaya pemantauan secara menyeluruh akan terus dilakukan. Kolaborasi antara Kemenkop dan LPDB diharapkan bisa benar-benar meringankan beban koperasi-koperasi yang sedang berjuang bangkit ini. Langkah restrukturisasi ini diharapkan menjadi napas segar bagi kelangsungan usaha mereka.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
BSU Rp600 Ribu untuk 2026: Kapan Jadwalnya Diumumkan?
Kereta Panoramic KAI Cetak Rekor, Minat Wisata Kereta Api Melonjak 38,6%
Hari Pertama Kerja 2026, Kehadiran ASN DKI Jakarta Tembus 99 Persen
Geliat Industri Sumatera Terhenti, Kemenperin Siapkan Program Restarting