Hunian Sementara Berdiri Cepat di Aceh Tamiang, Dukung Korban Bencana

- Jumat, 02 Januari 2026 | 14:25 WIB
Hunian Sementara Berdiri Cepat di Aceh Tamiang, Dukung Korban Bencana

Dony Oskaria, COO Danantara Indonesia, menyoroti bagaimana semua ini bisa terwujud dalam waktu singkat. “Pembangunan dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan,” paparnya.

Menurut Dony, kunci utamanya adalah koordinasi yang solid antara Danantara, BUMN pelaksana, pemda, dan kementerian terkait.

“Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Dari sisi BRI, Corporate Secretary-nya, Dhanny, mengungkapkan bahwa kontribusi bank pelat merah ini adalah wujud komitmen nyata mereka.

“Sebagai bagian dari Danantara, BRI turut memberikan dukungan nyata dalam program ini guna mempercepat pemulihan dan rehabilitasi masyarakat di wilayah terdampak bencana”, jelas Dhanny.

Ia juga memaparkan bahwa Huntara dilengkapi berbagai sarana pendukung seperti toilet, sanitasi, mushola, dan fasilitas lain untuk kebutuhan sehari-hari.

“Huntara memiliki fungsi penting sebagai tempat tinggal transisi yang aman, layak, dan manusiawi. Melalui kontribusinya, BRI berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal sambil menunggu hunian permanen,” imbuhnya.

Sebelumnya, upaya BRI Group untuk wilayah Sumatera sudah cukup masif. Mereka telah menjalankan 40 aksi tanggap darurat, didukung 10 posko bencana. Bantuan yang digelontorkan beragam, mulai dari 6.500 paket makanan siap santap, puluhan ribu paket sembako, ratusan survival kit, hingga logistik berupa huntara, tenda, kasur, dan selimut. Untuk kesehatan dan sanitasi, mereka mendistribusikan puluhan truk air bersih, ribuan paket obat, serta peralatan kebersihan. Bahkan ada perahu karet untuk menjangkau daerah banjir. Secara total, program ini telah menyentuh lebih dari 100 ribu jiwa.

Tak berhenti di situ, posko-posko bencana yang didirikan BRI juga menawarkan layanan kesehatan dasar, dapur umum, dan distribusi logistik. Yang menarik, ada program Trauma Healing Anak yang dijalankan rutin bersama mitra komunitas. Kehadiran posko ini diharapkan bisa menjadi pusat pemulihan, terutama bagi anak-anak, di masa-masa sulit pasca bencana.

Di Aceh Tamiang, rumah-rumah sementara itu kini mulai berpenghuni. Asap dapur mulai mengepul, anak-anak mulai bermain di taman yang disediakan. Proses pemulihan memang masih panjang, tapi setidaknya, langkah pertama telah diambil.


Halaman:

Komentar