Menteri Agama Tegaskan: Bencana Bukan Azab, Tapi Panggilan untuk Introspeksi

- Kamis, 01 Januari 2026 | 05:55 WIB
Menteri Agama Tegaskan: Bencana Bukan Azab, Tapi Panggilan untuk Introspeksi

“Bagi Anda yang tidak sempat mungkin memberikan bantuan material, jangan dikira doa itu kecil artinya. Doa itu adalah ibadah, doa adalah silaturahmi, doa itu adalah intinya seluruh ibadah, dan doa itu adalah senjatanya yang paling ampuh buat orang-orang beriman,” katanya dengan penuh keyakinan.

Di sisi lain, ia turut menyoroti upaya pemerintah. Nasaruddin menyinggung langkah Presiden Prabowo Subianto yang berusaha mempercepat penanganan dampak bencana.

“Makanya itu Bapak Presiden kita juga membantu untuk resolusi secara cepat terhadap bala bencana yang menimpa, terutama untuk betul-betul memberikan sesegera mungkin jalan keluar agar jalan yang terputus, agar jembatan yang terputus di Sumatra bisa diperbaiki segera,” jelasnya.

Namun begitu, ada pesan yang lebih mendasar yang ingin ia sampaikan. Bencana ini, baginya, adalah peringatan keras. Peringatan agar manusia tidak lagi bersikap serakah dan eksploitatif terhadap alam.

“Mari kita jadikan musibah yang terjadi di Aceh, di Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dan di tempat-tempat yang lain adalah sebagai sebuah pelajaran. Mari kita mengerem pikiran-pikiran yang eksploitatif, seolah-olah manusia adalah panglima alam semesta yang berhak mengeksploitasi alam semesta ini sesuai dengan keinginannya, tanpa memperhatikan hak-hak alam semesta,” tegasnya di akhir penyampaian.

Suasana hening sejenak menyelimuti ruangan. Pesannya jelas: selain bantuan dan doa, yang juga penting adalah perubahan cara kita memandang dan memperlakukan bumi tempat kita berpijak.


Halaman:

Komentar