Pendapat senada datang dari Sadana Agung. Ia menegaskan bahwa "Modual Nekad" memberi ruang improvisasi yang luas bagi para pemain. Tak jarang, dialog dadakan atau aksi yang tidak direncanakan malah jadi moment paling menghibur.
“Karena banyak improvisasi, sering kejadian satu pemain bikin yang lain ketawa dan akhirnya harus ulang take,”
tuturnya sambil tertawa.
Di sisi lain, kebebasan itu juga punya tantangannya sendiri. Arella dan Josevanie, yang juga hadir di Surabaya, mengaku harus pintar-pintar menjaga fokus. Suasana syuting memang cair dan penuh canda, tapi ritme cerita dan konsistensi karakter harus tetap terjaga. Itu yang bikin kerja mereka seru sekaligus menantang.
Film yang kembali digarap sutradara Imam Darto ini tak hanya mengandalkan trio utama. Deretan bintang pendukung seperti Gisella Anastasia, Gempita Nora Marten, hingga Sahila Hisyam turut meramaikan. Jangan lupa juga nama-nama seperti Ira Wibowo, Surya Saputra, Andre Taulany, dan komedian seperti Ananda Omesh serta Surya Insomnia. Mereka semua siap memastikan petualangan nekat kali ini lebih gila dan penuh kejutan.
Artikel Terkait
Dirut PLN: Kerusakan Listrik Akibat Banjir Sumatera Lebih Parah dari Tsunami Aceh
Ancaman Neo-Nazi di Sekolah: 68 Anak di 18 Provinsi Terpapar Ideologi Ekstrem
ISMAYA Group Suntik Rp 300 Juta untuk Pulihkan Luka Sumatera
Pemerintah Permudah Bantuan Internasional, Bea Masuk Bagi Barang Amal dan Bencana Dihapus