ISMAYA Group Suntik Rp 300 Juta untuk Pulihkan Luka Sumatera

- Selasa, 30 Desember 2025 | 16:36 WIB
ISMAYA Group Suntik Rp 300 Juta untuk Pulihkan Luka Sumatera

Sudah sebulan berlalu, tapi jejak bencana di sejumlah wilayah Sumatera masih jelas terlihat. Bagi banyak warga, kehidupan belum benar-benar normal. Infrastruktur yang rusak dan sempat terputus membuat pemulihan berjalan pelan, meski upaya perbaikan terus digenjot di berbagai titik.

Namun begitu, dampaknya bukan cuma soal fisik. Bencana ini menyisakan luka yang lebih dalam bagi banyak keluarga. Mereka harus melewati hari-hari berat, berjuang untuk bangkit dari keterpurukan. Di tengah situasi seperti ini, rasa kebersamaan dan kepedulian jadi penopang yang tak ternilai harganya.

Merespon kondisi itu, ISMAYA Group menggelontorkan donasi sebesar Rp 300 juta lewat Kitabisa.com. Dana itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan darurat sekaligus jadi modal awal pemulihan warga. Memang, ini langkah yang sederhana. Tapi setidaknya, bisa sedikit meringankan beban mereka yang sedang berusaha menyusun kembali hidup.

Menurut Bram Hendrata, CEO ISMAYA Group, pemulihan bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sendirian.

"Ini adalah masa yang tidak mudah bagi banyak keluarga di Sumatera, dan kami turut merasakannya," ujarnya dalam siaran tertulis, Selasa (30/12).

Ia menambahkan, "Melalui kontribusi ini, kami berharap dapat membantu, berkontribusi, dan mendampingi dalam proses pemulihan."

Bram meyakini, langkah-langkah kecil akan punya arti besar jika dilakukan bersama-sama. Semangat gotong royong itulah yang bisa mempercepat proses bangkit.

Komitmen mereka tak berhenti di situ. ISMAYA Group membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin turut serta. Lewat inisiatif penggalangan dana yang mereka galang, pelanggan dan masyarakat umum bisa menyumbang hingga 31 Januari 2025 nanti. Tujuannya satu: menjaga harapan tetap menyala sambil komunitas perlahan melangkah maju.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar