Arus balik pasca-Natal 2025 ternyata masih cukup deras. Di ruas Trans Jawa, khususnya di Gerbang Tol Cikampek Utama, terlihat jelas gelombang kendaraan yang kembali dari wilayah timur. Data yang dirilis PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat, pada H 3 Natal atau Minggu (28/12), sebanyak 55.729 kendaraan melintas dari arah timur. Angka itu melonjak signifikan, sekitar 46% lebih tinggi dari volume normal yang hanya 38.130 kendaraan.
Ria Marlinda Paallo, VP Corporate Secretary and Legal PT JTT, mengonfirmasi hal ini dalam keterangannya, Selasa (30/12).
"Peningkatannya memang nyata," ujarnya.
Menurutnya, arus sebaliknya kendaraan menuju wilayah timur juga belum sepi. Tercatat 35.216 kendaraan, naik 37% dari kondisi biasa.
Menyikapi hal ini, perusahaan pun tak tinggal diam. Mereka menggenjot kesiapan operasional di Ruas Jakarta–Cikampek. Caranya dengan mengoptimalkan layanan lalu lintas dan transaksi. Di lapangan, petugas ditambah. Gardu tol di GT Cikampek Utama arah Jakarta dioperasikan sebanyak 22 unit. Mereka juga fokus mengatur arus di titik-titik rawan macet, terutama sekitar GT Cikampek Utama dan ruas menuju Jabotabek.
Tak cuma itu. Rekayasa lalu lintas berupa contraflow juga diterapkan, tentu saja atas diskresi dan koordinasi dengan Kepolisian. Langkah ini bersifat situasional, tujuannya jelas: menjaga kelancaran dan mengantisipasi lonjakan volume yang bisa datang tiba-tiba.
Geliat arus balik ini ternyata tak hanya terjadi di ujung barat. Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dikelola JTT juga mengalami hal serupa. Lonjakannya bahkan ada yang hampir dua kali lipat.
Di Jawa Tengah, GT Kalikangkung mencatat 36.008 kendaraan meninggalkan Semarang, naik drastis 90% dari normal. Sementara GT Banyumanik ramai oleh 43.599 kendaraan menuju Jakarta, meningkat 71%.
Kondisi di Jawa Timur juga tak kalah ramai. GT Warugunung mencatat kenaikan 19% untuk kendaraan menuju Jakarta. GT Kejapanan Utama dan GT Singosari pun menunjukkan tren serupa, dengan peningkatan volume menuju Surabaya dan Malang yang berkisar antara 8% hingga 16%.
Singkatnya, jalan tol Trans Jawa masih menjadi urat nadi utama mudik dan arus balik. Data-data ini dengan jelas menggambarkan betapa mobilitas masyarakat selama libur panjang tetap tinggi, bahkan beberapa hari setelah hari raya.
Artikel Terkait
OJK Tegaskan Jual Beli Rekening Bank Ilegal, Ancaman Sanksi Berat Menanti
BRI Group Raih Empat Penghargaan Keuangan Berkelanjutan di Ajang Internasional
Menhub Prediksi Banten Jadi Episentrum Mudik Lebaran 2026
Banten Siagakan Lima Titik Delaying System Antisipasi Kemacetan Mudik 2026