Sudah sebulan lebih berlalu sejak banjir melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Tapi, di beberapa titik, pemulihan masih terasa jauh panggang dari api. Inilah yang mendorong relawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk kembali turun. Mereka menyambangi Aceh Tamiang, Peureulak, Kota Langsa, hingga ke Pidie dan Bireuen kota yang dijuluki kota juang.
Daerah-daerah itu, kata para relawan, masih sangat membutuhkan bantuan. Sorotan media mungkin sudah redup, namun kebutuhan warga justru masih tinggi. Mereka pun menyusuri rumah-rumah warga dan titik-titik pengungsian yang tersisa.
Yang menarik, di posko bencana dan lokasi lain, relawan banyak bertemu dengan nasabah PNM Mekaar. Sebelum bencana, ibu-ibu ini mengandalkan warung kecil atau usaha rumahan. Hidup mereka berubah drastis saat banjir datang tiba-tiba.
“Tempat usaha sekaligus rumah kami terendam,” cerita salah seorang warga. Peralatan rusak, stok dagangan habis, dan aktivitas usaha pun terpaksa berhenti total.
Tak sekadar menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari, para relawan juga menyempatkan diri berbincang. Dari obrolan itu, terungkap kesulitan yang sama: modal untuk memulai kembali usaha nyaris tak ada. Perlengkapan dasar pun hilang. Kondisi ini jelas memperlambat pemulihan, terutama bagi keluarga yang hidup dari penghasilan harian.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menjelaskan alasan kehadiran mereka.
“Kami memilih untuk kembali hadir karena dampak bencananya belum benar-benar pulih. Sebulan setelah kejadian, kami lihat sendiri, banyak masyarakat dan nasabah kami masih berjuang. Kehadiran relawan ini kami harap bisa meringankan beban sekaligus memberi semangat untuk bangkit,” ujar Dodot, Senin (29/12/2025).
Memang, bencana di Aceh Tamiang dan sekitarnya mengingatkan kita pada satu hal: pemulihan tidak berhenti saat air surut. Bagi masyarakat kecil, dampaknya bisa terasa sangat panjang, menggerus harapan perlahan-lahan.
Di tengah proses yang melelahkan itu, kehadiran dan perhatian yang berkelanjutan seperti yang dilakukan relawan PNM ini bisa menjadi penopang. Sederhananya, agar warga tak kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup.
Artikel Terkait
Jaksa Tuntut Tiga Eks Pejabat Pertamina 14 Tahun Penjara atas Dugaan Korupsi Rp285 Triliun
Malut United Gasak Persijap 4-0, Kokoh di Puncak Klasemen
DPR Minta Pertamina Jamin Distribusi Gas 3kg via Koperasi Tak Rugikan Agen
BTN Targetkan 100 Gerai Digital di Mal Hingga 2027, Awali dengan Central Park