Seorang pria akhirnya harus berhadapan dengan pengadilan Singapura karena tertangkap basah mencuri di pesawat Singapore Airlines. Kejadiannya pada Selasa (23/12) lalu, dan yang menarik, pria asal China ini ternyata bagian dari sindikat internasional yang memang menyasar penumpang kelas bisnis. Rute penerbangannya dari Dubai ke Singapura.
Liu Ming, 26 tahun, mengaku bersalah atas dakwaan pencurian. Menurut Channel News Asia, jaksa mengungkap fakta yang cukup mengejutkan: tiket kelas bisnis itu sengaja dia beli hanya untuk menjalankan misi pencurian. Targetnya jelas, barang-barang mewah milik penumpang di kelas yang sama.
Semua terjadi di dalam penerbangan SQ495 tanggal 7 Agustus lalu. Liu duduk di kelas bisnis, cuma terpaut lima baris di belakang korbannya, seorang pria Azerbaijan berusia 52 tahun. Kebetulan, istri sang korban malah duduk tepat satu baris di depan Liu.
Suasana pesawat yang gelap dan sepi setelah makan malam menjadi kesempatan baginya. Menjelang dini hari tanggal 8 Agustus, Liu beranjak dari kursinya dan mendekati kompartemen di atas kursi si pria Azerbaijan. Tas itu diambilnya, lalu dibawa kembali ke tempat duduknya sendiri.
Namun begitu, aksinya tidak semulus yang dia harapkan.
Istri korban yang kebetulan terbangun melihatnya. Dia langsung menegur Liu dan menanyakan tas itu. Liu mungkin menjawab, tapi rupanya jawabannya tidak meyakinkan. Sang istri pun segera memanggil pramugari. Sadar telah ketahuan, Liu panik. Dia buru-buru mengembalikan tas itu ke kompartemen semula sebelum kembali ke kursinya dengan hati berdebar.
Setelah diperiksa, untungnya tidak ada barang yang hilang. Tapi nilai isi tas itu sungguh fantastis.
Totalnya lebih dari 100.000 dolar Singapura, atau kalau dirupiahkan kira-kira Rp 1,1 miliar. Isinya campur aduk: uang tunai berbagai mata uang senilai 12.000 dolar Singapura, sebuah laptop Huawei, 56 batang cerutu pilihan, plus dua jam tangan mewah merek Chopard dan Audemars Piguet. Barang-barang yang sangat menggoda, memang.
Begitu pesawat mendarat di Bandara Changi, nasib Liu sudah menunggu. Awak kabin telah melaporkan kejadian itu, dan petugas langsung menangkapnya. Selama diperiksa, Liu bersikap tidak kooperatif. Alibinya? Dia ngotot bilang hanya salah ambil tas karena ingin mengambil perlengkapan mandi. Padahal, tas miliknya sendiri jelas-jelas berbeda dan terletak tepat di atas kursinya.
Jaksa Penuntut Umum, Cheah Wenjie, menuntut hukuman yang berat, sekitar 20 sampai 24 bulan penjara.
"Maraknya pencurian di pesawat maskapai nasional Singapura dapat mencoreng reputasi maskapai dan industri pariwisata Singapura," tegas Cheah di depan sidang.
Dia juga menyoroti kerentanan situasi di dalam pesawat. Penumpang sulit mengawasi barang terus-menerus, sementara kru kabin mustahil memantau setiap orang sepanjang penerbangan. Itu yang dimanfaatkan para pencuri.
Di Singapura, tindak pidana pencurian sendiri bisa diganjar hukuman maksimal tiga tahun penjara, plus denda. Liu Ming kini tinggal menunggu vonis hakim atas aksi nekatnya di ketinggian 30.000 kaki itu.
Artikel Terkait
DPR AS Setujui RUU Pencabutan Tarif Kanada, Tunjukkan Patahan di Tubuh Partai Republik
IHSG Menguat Tipis ke 8.295, Didukung Sektor Energi dan Bahan Baku
Israel Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, Netanyahu Fokuskan Kunjungan ke AS pada Ancaman Iran
Permata Bank Catat Laba Bersih Rp3,6 Triliun di 2025 Didukung Fondasi Kuat