Lalu bagaimana strateginya? Semua pergerakan dari arah Timur seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, hingga dari Barat seperti Sumatra dan Jawa Barat, akan dikawal ketat. Tujuannya satu: agar arus yang semuanya mengarah ke Ibu Kota ini tetap terkendali.
"Pada arus balik nanti, semua pergerakan akan menuju Jakarta, baik dari Trans Jawa maupun dari Sumatra. Ini harus kita kelola bersama," ucap Agus.
Nah, untuk skenario terburuknya pun sudah disiapkan. Korlantas mengaku sudah menyiapkan berbagai opsi rekayasa lalu lintas. Mulai dari contraflow sampai sistem satu arah, semua sudah ada di meja.
"Jika arus balik bisa terurai antara tanggal 2 dan 4 Januari tentu lebih ringan. Namun apabila puncaknya terjadi pada 4 Januari, kami sudah siap dengan seluruh skenario," pungkas Agus.
Jadi intinya, persiapan sudah dimatangkan. Tinggal nunggu waktunya saja. Buat yang akan mudik atau balik, tetap waspada dan hati-hati di jalan ya.
Artikel Terkait
Ekspor Indonesia Tumbuh 2,19% di Awal 2026, Ditopang Sektor Nonmigas
Pemprov DKI Terapkan WFH Jumat, ASN Pelayanan Publik Tetap Wajib ke Kantor
Indonesia Kutuk Serangan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon, Desak PBB Selidiki Israel
PMI Manufaktur Indonesia Melambat Drastis ke 50,1 pada Maret 2026, Dampak Perang Timur Tengah